Monday, 11 February 2013

Muslim Family in England



In the name of Allah, the Most Beneficent, the Most Merciful.
All the praises and thanks be to Allah, the Lord of the Alameen (mankind, jinns, and all that exists).

Subhanallah banget rasanya ketemu kelauarga Indonesia muslim disini, gak ada rasanya kata-kata yang tepat untuk menggambarkan rasa syukurku kepada Allah SWT, betapa beruntungnya aku. Di tengah kesendirianku menempuh study Master di Inggris, Allah mengijinkanku bertemu dengan orang-orang shaleh dan shalehah ini. Banyak hal yang kupelajari disini dan yang pasti aku belajar betapa indahnya ukhuwah sejati sesama muslim itu justru ketika aku bukan di negara muslim. Aku belajar arti ukhuwah sejati, muslim yang satu dan yang lain itu diibaratkan satu tubuh justru ketika aku berada ribuan kilometer dari negaraku tercinta, Indonesia.


Pertama kali aku bertemu di KBRI dengan seorang ummahat baik hati bernama uni Diana, beliau memiliki 3 orang anak, 2 perempuan dan satu orang laki-laki. Anaknya yang paling kecil namanya Isma. Umurnya baru 4 tahun, Cantik, lucu & menggemaskan. Uni Diana yang baik ini pernah menolongku ketika aku harus pulang kuliah jam 10 malam karena ada inaugural lecture di London. Uni Diana dan suaminya menjemputkan di stasiun padahal waktu itu keadaan hujan cukup deras. Sampai dirumahnya aku makan tiramisu lezat buatan beliau, tidur di kamar anak perempuannya dan esok paginya aku disiapkan sarapan kari ayam. hmm yummy, baik banget beliau padahal beliau sama sekali tidak mengenalku. Semoga Allah menambahkan rizki untuk keluarga beliau...


Next aku bertemu lagi dengan seorang ummahat shalehah yang sedang menemani suaminya menyelesaikan PhD di University of kent, namanya teh Efsa. Rumah beliau lumayan jauh di Dover, one step closer to France. Kata teh Efsa dari tempat beliau bisa naik feri untuk menuju France. Waktu aku datang teh Efsa menyiapkan pempek buatan beliau dan soto ayam. wah mantap apalagi ketika aku datang sedang hujan deras. Allhamdulillah silahturahmi memang memperluas rizki.^^


Namanya mba Aan, beliau tinggal di Gravesend, masih sekitar Kent, lumayan dekat dari tempatku hanya perlu naik bus sekitar 45 menit. Beliau menikah dengan orang Algeria, anaknya ganteng dan cantik-cantik, namanya Abdullah, Maryam, Khadijah. Sewaktu aku dirumahnya aku disuguhi opor ayam dan blackforest. Mba Aan ini sedang menjalani kemoterapi karena penyakit cancer yang di deritanya. Salut banget sama beliau aku belajar hal yang sangat luar biasa dari beliau, belajar bersyukur betapa kesehatan adalah sesuatu yang sangat berharga. Seperti mba Aan, walaupun sakit yang melemahkan kondisi tubuhnya tapi beliau tetap bersemangat menjalani hidup. Semoga Allah memberikan mba Aan  kesehatan dan memberikan keluarganya keluasan rizki.


Rumahnya di Abbey Wood, London, namanya Mba Rani. Beliau sudah memiliki permanent residence di Inggris. Suaminya, pak Susilo bekerja sebagai journalist di BBC UK. Mba Rani memiliki 3 orang anak,  Kirana, Alysa dan Saladin yang masih berumur 10 bulan. Mba Rani ini juara banget kalo masak. Maknyus ala pak Bondan, susah buat gak nambah kalau mba Rani yang masak. Sewaktu aku ke rumah beliau aku makan nasi uduk, ayam balado, somay, hmm delicious..Seneng deh sama mba Rani, baik banget semoga Allah memberikan keberkahan untuk keluarga beliau...


Saat Christmas holiday aku bersilahturahmi ke Rayners lane, rumahnya mba Mila. Beliau memiliki 3 orang anak yang lucu-lucu namanya Umar yang berumur 7 tahun, Maryam 4 tahun dan yang terakhir Hamzah 2 tahun. Mba Mila ini tipikal ibu modern yang cerdas. Berpendidikan PhD  major Physics, di salah satu universitas di Scotland. Beliau tidak bekerja karena memutuskan untuk menjadi full time mother untuk anak-anaknya.  Sewaktu kesana aku dibuatkan masakan India karena suami beliau orang India, wah I have no words to explain....enak banget,(^*^)// . Beliau ini disiplin banget sama anak-anaknya, keren banget semoga suatu hari aku bisa menjadi ibu cerdas seperti beliau...


Mba Iffah adalah seorang ummahat muda yang baru berumur 31 tahun. Beliau memiliki 4 orang anak yag tidak terlalu jauh umurnya. Yang paling kecil namanya Nafis yang baru berumur 2 bulan. Mba iffah ini sudah mendapat permanent residence juga di Inggris, beliau sudah lebih dari 10 tahun tinggal disini. beliau lulusan pesantren jadi bacaan Qur'annya sangat bagus. Sewaktu aku kesana aku melihat bagaimana mba Iffah mendidik anaknya yang baru berumur 5 tahun tapi mengaji sudah sampai juz 7. Beliau juga menekankan anak-anaknya untuk menghafal Qur'an. Beliau juga bercerita betapa berat tantangan yang harus dihadapi orangtua muslim yang harus membesarkan anaknya di Inggris dimana islam sebagai agama minoritas disini. Beliau bersyukur dulu memiliki bekal agama yang cukup sehingga bisa bisa membekali anak-anaknya dengan ilmu keislaman. Salut buat mba Iffah atas kesabaran, telaten dan gak pernah ngeluh walaupu  repot mengurus anak setiap saat...*peluk mba Iffah..hehe


Ketemu orang Surabaya di England itu sesuatu yang cetar membahana yah... aku ketemu dengan mba Luluk, beliau baik banget, karena tahu ibuku berasal dari Surabaya beliau membuatkanku masakan khas Surabaya namanya Rawon. Hmmm rsanya ini rawon terenak yang pernah aku makan. May Allah grant you good mba Luluk..


Allhamdulillah, sebuah kenikmatan yang luar biasa bisa bertemu mereka semua. Perasaan kesepian karena berpisah dengan perbedaan waktu 6 jam dengan Indonesia seakan terobati ketika aku bertemu muslim family disini. Semoga Allah menambah rizki, keberkahan, mengampuni dosa-dosa mereka, dan menganugerahi mereka anak keturunan yng shaleh dan shalehah.  Amiin...\(^v^)/





Best regards,




Rika reviza rachmawati

2 comments:

Unknown said...

Subhanallah,Mudah-mudahan suatu hari nanti aku bisa merasakan apa yg Mba Rika rasakan.Amiiin ;D.Tp kok ga ada foto2nya mba rika ? He3x

Unknown said...

iyah dek baim gak ada fotonya,,, tapi kalau ada bakalan aku upload kalau ada fotonya..