Monday, 27 January 2014

Cahaya Islam di Langit UK-Part 1

Terinspirasi dari sebuah novel dan film laris di Indonesia yang berjudul “99 Cahaya di Langit Eropa” karangan Hanumrais, akhirnya menginspirasiku untuk menuliskan sesuatu tentang islam di UK, sebuah Negara di Eropa yang tidak dibahas di novel dan film tersebut. Namun memiliki gairah dan perkembangan islam yang sangat luar biasa. Aku mungkin belum membaca novelnya secara langsung dan menonton filmnya, hanya sempat melihat thriller filmnya dan synopsis novelnya tapi sepanjang satu tahun aku belajar di negeri Harry potter ini aku mengamati banyak hal luar biasa tentang islam di UK yang sayang rasanya bila tidak aku tulis dan share di blogku.

Menurut sejarah, islam sempat menguasai 2/3 belahan dunia dan sesuai dengan hadist Rasulullah SAW suatu hari nanti islam pasti bangkit kembali berjaya setelah mengalami keterpurukan sekian lama. Semakin hari akan semakin banyak orang yang sadar betapa islam adalah agama Rahmatan lil’alamin untuk semua umat manusia dan rasanya justru mungkin kebangkitan islam itu dimulai dari Eropa, ketika semakin banyak muslim yang cerdas dan produktif yang mengaplikasikan islam tidak hanya dari segi ritual semata tapi dari berbagai sisi kehidupan, insya Allah kejayaan islam itu semakin dekat.

Pertama tentang World Islamic Economic Forum (WIEF) ke 9 yang dilaksanakan di London pada tanggal 29-31 October 2013.  Ini adalah sebuah acara dimana para pemimpin dunia muslim, para kademisi, industrialis besar, dan para ahli di bidang bisnis berkumpul bersama untuk merintis sebuah system ekonomi islam yang waktu itu Indonesia diwakili oleh bapak wakil presiden Budiyono. Acara ini dihadiri sekitar 2.300 peserta yang berasal dari 120 negara. Prestigious international event ini baru pertama kalinya diselenggarakan di non-Muslim European capital. Sebelumnya acara ini diadakan di Malaysia, Kazakhstan, Indonesia, Kuwait and Pakistan. Tujuan acara ini diadakan di London adalah untuk menjadikan London sebagai “Islamic financial centre in the West and the ninth-largest in the world”. Acara ini dibuka langsung oleh Boris sebagai Mayor of London (Mungkin seperti Jokowi kalau di Jakarta) dan David Cameron (British Prime Minister). Berbeda dengan system ekonomi konvensional yang berbasis riba atau interest (bunga bank) yang diharamkan dalam islam, Islamic finance ini menekankan kepada prinsip ekonomi syariah dimana prinsip profit sharing atau risk sharing  dan perjanjian yang adil sehingga tidak membebani satu pihak saja.

Boris menekankan Islamic finance akan mendorong perkembangan ekonomi dengan menciptakan banyak lapangan kerja baru bagi warganya, meningkatkan bisnis antara Negara muslim dan non-muslim, selain itu Boris menambahkan London adalah tempat yang paling tepat karena masyarakatnya yang sangat multiculture, dan open minded. Telepas dari itu semua aku sebagai orang awam melihat ini adalah sebuah langkah besar untuk memperkenalkan islam kepada dunia. Ini sangat luar biasa mengingat acara ini diadakan di London salah satu kota yang famous di dunia dan mereka secara tidak langsung mengatakan ekonomi islam yang paling baik yang harusnya diterapkan oleh setiap bangsa bukan ekonomi konvensional yang menyebabkan krisis parah di Eropa beberapa tahun silam.


Figure 1. Para Pemimpin Di World Islamic Economic Forum 29-31 October 2013

Berikutnya yang paling popular dengan Inggris yaitu football. Ada banyak klub sepakbola terkenal yang ada di Inggris seperti Arsenal, Chelsea, Newcastle, Wigan, Stoke city dll dan dibalik klub sepakbola terkenal itu ada banyak ternyata pemain muslim hebat yang banyak menorehkan prestasi di dunia sepakbola. Dua puluh tahun yang lalu tidak ada satu orang pun pemain muslim di “The English Premier League” tapi sekarang hampir 40 orang muslim yang merumput di lapangan. Tahun 2013 lalu tepatnya di bulan Ramadhan BBC one merilis sebuah tayangan tentang “The Muslim Premier League”. Tayangan berdurasi sekitar 30 menit ini bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=f-k7CiPKwb0.

Banyak makna dan hal luar biasa dari tayangan yang sangat objective dalam memandang islam dari berbagai perspektif seperti dalam video tersebut terlihat jelas ketika seorang Demba ba pemain Newcastle United 2011-2013 yang sekarang pindah ke Chelsea melakukan sujud seperti shalat setelah mencetak gol, dan bukan melakukan tarian atau celebration yang berlebihan. Ini menjadi sebuah sorotan banyak pihak dan saat itulah Demba ba menjelaskan makna dibalik sujud setelah mencetak gol apalagi ditengah islamophobia yang sekarang sering digencarkan oleh banyak media barat.

Ramadhan tahun 2013 lalu berlangsung pada musim summer dimana saat itu adalah hari paling panjang dalam satu tahun di Inggris. Adzan subuh  sekitar pukul 02.00 dan berbuka pukul 21.00 jadi kami harus berpuasa sekitar 18-19 jam lamanya. Ramadhan berakhir tanggal 7 August sekitar 10 hari sebelum “The Premier League Season” dimulai. Selama persiapan pertandingan Demba ba bercerita tetap melakukan puasa walaupun  pelatih sempat mengkhwatirkan performance Demba ba. Namun Demba ba  meyakinkan sang pelatih dengan berkata "Every time I had a manager that was not happy with it, I've said: 'Listen, I'll do it. If my performance is still good, I'll keep playing; if it's bad you drop me on the bench, that's it'"  dan ternyata puasa Ramadhan sama sekali tidak mempengaruhi prestasinya dan tetap berhasil mencetak sekitar 6 gol semenjak Ramadhan. Para supporter Newcastle yang berjumlah sekitar 40,000 orang selalu bernyanyi gembira setiap Demba ba mencetak gol seperti “Demba ba score six since Ramadhan and he just can’t seem to get enough”.

Pemain sepakbola lainnya adalah Ali Al-habsi seorang goalkeeper yang berasal dari Oman bermain untuk Wigan. Di sela-sel kesibukan berlatih dan petandingan Ali selalu menyempatkan diri untuk shalat 5 waktu dan dengan kebijaksanaan dari pelatih beliau mendapatkan tempat shalat yang layak, makanan halal dan bisa menyempatkan untuk shalat di masjid. Di video ini juga dijelaskan ketika mereka menang premier league dan diberi hadiah sebotol champagne atau alcohol yang sebagai seorang muslim alcohol itu dilarang mereka akan berusaha menghindar dan mendapatkan ruang ganti khusus agar tidak terkena alcohol karena biasanya para pemain akan saling menyemprotkan alcohol setelah kemenangan. Video ini juga menjelaskan tentang negatif effect dari minum alcohol seperti toxic ke tubuh yang menyebabkan mengapa muslim dilarang mengkonsumsi alcohol.

Seorang pemain Stoke City yang bernama Mamadi Sindibe juga memberikan penjelasan singkat tentang charity atau pentingnya membayar zakat 2.5% dari penghasilan kita untuk diberikan kepada orang yang kurang beruntung. Video yang memiliki unsur edukasi tentang seperti apa muslim seharusnya dan mencoba meluruskan banyak persepsi salah terhadap islam yang menurut saya patut diapresiasi karena jelas sekali cepat atau lambat islam akan semakin diterima sebagai sebuah agama Rahmatan lil alamin dan menjadi sangat familiar di antara British culture. 

Figure 2. Demba ba ‘kissing the pitch’ bersujud setelah mencetak goal untuk menunjukan rasa syukur kepada Allah SWT

Lain lagi kisah muslimah di Inggris yang akan saya bahas selanjutnya karena terinspirasi saat di Indonesia sedang ramai oleh berita pelarangan jilbab polwan oleh Mabes Polri. Pelarangan jilbab diputuskan dengan alasan yang menurut saya terlalu dibuat-buat dan sama sekali tidak masuk akal. Mengenakan jilbab bagi seorang muslimah itu wajib hukumnya dan tidak seharusnya sebagai pemimpin melarang bawahannya mengenakan jilbab karena dengan alasan belum ada anggaran untuk membeli jilbab yang seragam dan akan menggangu estetika karena akan tidak sedap dipandang jika polwan mengenakan jilbab dengan berbagai macam warna. Jika seperti itu masalahnya Polri cukup menentukan bentuk, warna dan model sehingga polwan tinggal menyesuaikan saja seharusnya sangat simple tanpa harus membuat polwan menunda atau terpaksa melepaskan jilbab. Sungguh hal yang sangat menyedihkan sebagai Negara muslim terbesar di dunia apalagi bila dibandingkan dengan UK yang bukan negara muslim. Karena disini para policewoman diizinkan untuk mengenakan jilbab dan sama sekali tidak mengganggu profesionalitas mereka dalam bekerja.

The Metropolitan Police di London telah menerima hijab sebagai bentuk seragam bagi muslim women. Hal ini resmi diumumkan di sebuah conference dengan tema “Protect and Respect: Everybody’s Benefit”. Selain itu muslim police juga diijinkan untuk shalat ketika sedang bertugas, mendapatkan makanan halal dan berubah jadwal makan siang selama Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa Britain sudah menerima, paham dan siap mengakomodasi kebutuhan individu muslim secara umum. Masih akan ada banyak hal luar biasa tentang islam yang berkembang di Inggris yang selanjutnya akan saya ceritakan di chapter yang berbeda.

Figure 3. Policewoman mengenakan hijab di London