Friday, 7 June 2013

Keluarga Islam Indonesia Britania Raya (KIBAR) Spring Gathering 2013

 Bismillahirahmanirrahim..

In The Name of Allah The Most Gracious and The Most Merciful




Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (KIBAR) gathering adalah acara untuk semua muslim di UK, seperti London, Birmingham, Nottingham, Loughborough, Manchester, Leeds, Sheffield, Newcastle, Glasgow, Aberdeen, Bristol, Southampton, dan kota-kota lainnya. Mereka berasal dari beragam latar belakang yang mencakup kalangan mahasiswa/pelajar, pekerja, maupun warga Indonesia yang menikah dengan warga negara UK. Acara KIBAR gathering ini biasanya diikuti oleh ratusan peserta baik secara individu maupun keluarga yang datang dari berbagai penjuru kota di UK serta diisi oleh berbagai pembicara baik dari Indonesia maupun dari Inggris. Terbayangkan betapa serunya acara KIBAR gathering ini bertemu saudara sesame muslim dari Indonesia yang berkumpul dalam satu tempat pasti sangat menyenangkan.

Acara KIBAR kali ini diadakan di Aberdeen, Scotland pada tanggal 25-26 May 2013. Sempat ragu untuk mengikuti acara KIBAR ini mengingat betapa jauhnya jarak Aberdeen-London hampir sekitar 13 jam perjalanan kalau dari tempatku dengan menggunakan Coach (Bus). Sebenernya akan bisa lebih cepat 2 sampai 3 jam jika menggunakan train tapi yang pasti harga ticketnya juga berpuluh kali lipat dibandingkan ticket bus. Ditambah lagi bulan May itu aku sedang sibuk menghadapi exam. Tapi setelah kupertimbangkan aku memilih menyiapkan examku lebih awal agar aku bisa mengikuti KIBAR gathering ini. Apalagi master degree yang sedang kujalani ini hanya setahun tentunya (insya Allah) tahun depan aku sudah kembali ke Indonesia dan aku tidak akan pernah merasakan serunya acara KIBAR gathering ini.

Aku berangkat  bersama dengan seorang temanku mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di universitas yang sama denganku dari Chatham–Kent sekitar  pukul 19.00, kami menuju Chatham train station dengan menggunakan coach. Sampai di train station suasana sudah cukup sepi maklum hari sudah menjelang malam meski masih cerah tapi pasca pembunuhan yang baru beberapa hari yang lalu terjadi di London yang dilakukan oleh seorang muslim terhadap tentara British yang dikenal sebagai tragedi Woolwich membuat kami para muslim di UK ini menjadi harus ekstra waspada. Karena setelah kejadian itu banyak muslim yang mulai merasakan “rasis” dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab (kita lanjut ceritanya nanti yah di note yang beda).

Perjalanan menggunakan train dari Chatham station menuju Victoria Station ditempuh sekitar 47 menit. Sampai Victoria Station kami menuju Victoria coach station. Coach yang kami tumpangi akan berangkat sekitar pukul 22.30. Saat kami tiba waktu menunjukkan pukul 21.00 jadi kami masih punya waktu satu jam lebih untuk menunggu dan mempersiapkan segala sesuatunya, maklum perjalanan  cukup jauh. Ternyata saat menunggu kami bertemu dengan warga Indonesia lain yang sama-sama juga akan berangkat KIBAR Gathering di Aberdeen. Seneng deh bertemu orang-orang baru ada mba Ida, mba Naniek dan anaknya, Kirana, mba Ita yang seorang wartawan Antara-London, mba Rini dan suaminya yang bekerja di London dll.

Coach yang kami tumpangi namanya National  Express.  Coachnya cukup nyaman dengan heater yang selalu on dan toilet yang bersih dan nyaman. Maklum meski sudah masuk summer tetep aja Inggris selalu dingin. Akhirnya tepat pukul 22.30 Coach yang kami tumpangi berangkat. Kupandangi pemandangan  malam diluar sana sambil melihat cantiknya London di waktu malam dan sesekali merefleksi betapa banyak anugerah yang sudah diberikan Allah untukku saat ini. Ini adalah kali pertama aku naik coach  untuk perjalanan jauh selama aku di Inggris. Hal yang paling aku suka dari Inggris itu adalah disiplin dalam segala hal, mereka sangat memperhatikan betul hal berkaitan dengan waktu seperti ketika coach berhenti untuk istirahat, Passenger hanya diperbolehkan turun 30 menit, tidak boleh membawa hot drink, chips, wajib memakai seatbelt, dan benar tepat 30 menit kemudian coach jalan. Lain waktu ketika kami punya waktu istirahat selama 5 menit setelah 5 menit coach langsung jalan. Hehehe seru yah istirahat cuma 5 menit dan semua penumpang dengan sendirinya sadar untuk segera kembali ketempat duduk setelah 5 menit istirahat. Paginya sekitar pukul 08.00 kami sudah sampai di Glasgow dan semakin banyak bertemu dengan keluarga muslim, kebanyakan mahasiswa PhD yang membawa keluarga, seru deh baru sadar Indonesia punya banyak stock manusia cerdas yang siap membangun bangsa kedepannya nanti dan ternyata setelah aku tiba di Aberdeen semakin aku sadar betapa banyaknya orang Indonesia disini.

Waktu menunjukkan pukul 11.00 ketika kami sampai di Aberdeen Guild street bus station-Scotland. Senang dan bahagia sekali rasanya begitu menginjakan kaki setelah 12 jam perjalanan yang melelahkan dengan istirahat yang hanya beberapa menit tapi  tidak mengurangi semangat kami. Mungkin jaraknya seperti Jakarta-Surabaya tanpa macet. hehehe… Aberdeen adalah sebuah kota kecil dengan total penduduk sekitar 5 juta orang. Scotland kaya akan hasil alam berupa oil dan gas. Kotanya bersih dan Indah, Subhanallah two thumbs up deh…


Figure 1. Aberdeen City (Granite City)


 Figure 2. Aberdeen City Map
 Setelah turun dari Coach bersama-sama kami menuju Feryhill community centre tempat acara KIBAR gathering itu dilaksanakan. Hanya sekitar 15 menit perjalanan dari Coach station ke community centre. Sampai disana kami sudah disambut dengan panitia yang sudah ramai sekali, dan acara nampaknya sudah mau dimulai. Acara dibuka dengan perkenalan oleh masing-masing peserta tapi hanya ikhwannya saja. Saat perkenalan itu baru aku tahu ternyata sebagian besar yang hadir adalah student yang sedang mengambil PhD, master, barchelor ataupun orang Indonesia yang bekerja disini. Yang unik ada beberapa Engineer yang dulunya bekerja di IPTN namun semenjak IPTN bangkrut mereka pindah bekerja di Airbus. Sayang yah banyak orang pintar di Indonesia tapi mereka lebih memilih bekerja di luar karena satu dan lain hal.

Tema besar acara KIBAR adalah Mengokohkan Iman menbar Cahaya Islam dengan pemateri  Yusuf Chamber.  Beliau adalah salah satu pendiri iERA (http://www.iera.org.uk). Organisasi ini memiliki kegiatan dakwah bagi non-muslim, muslim yang baru masuk islam, debat interfaith dan dakwah training dan Brother Hilal. Dari kedua pembicara utama tersebut, diharapkan umat muslim Indonesia di UK akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga bagaimana caranya mengokohkan keimanan di tengah-tengah tantangan hidup di negeri barat dan kemudian menjadi duta dalam menebarkan cahaya Islam karena iman dan Islam adalah nikmat Allah yang tak terhingga nilainya yang akan menyelamatkan kita dari api neraka dan kita wajib menjaganya dan menyebarkannya.

Tidak hanya muslim asal Indonesia saja yang datang saat itu. Pasangan mixed couple seperti misalnya mba Ester yang suaminya British pun turut hadir di acara itu dan beberapa pasangan mixed couple juga hadir di KIBAR gathering. Acara berakhir sekitar pukul 20.30 kemudian kami menuju Travelodge (sebuah penginapan seperti hotel) tempat kami menginap dan beristirahat. Aku sangat bersemangat sekali dan tak sabar menunggu hari esok karena besok kami akan melakukan Aberdeen City tour untuk melihat cantiknya Aberdeen yang dikenal dengan sebutan Granite city karena semua bangunannya rata-rata berwarna abu-abu ( Unik yah ^v^).

Keesokan harinya sekitar pukul 07.15 aku dan mba Aini teman sekamarku sudah siap di lobby Travelodge. Kami sudah janjian dengan Mba Tety dan suaminya untuk bersama-sama berangkat menuju Jamea Mosque Islamic Centre. Tempat berkumpul kami sebelum melakukan city tour. Sampai di lobby ternyata mba Tety dan suaminya sudah tidak ada, kami sempat panic karena lupa meminta nomor mba Tety dan tidak tahu bagaimana caranya menuju Islamic centre. Akhirnya setelah hampir 15 menit berputar-putar mencari jalan ke Islamic centre kami bertemu dengan kendaraan yang memang khusus mengantar jemput peserta menuju Islamic centre. Allhamdulillah ternyata jarak Islamic centre itu dekat sekali dengan Travelodge tempat kami menginap. Hehehe…


Wah ternyata Islamic centre ini adalah sebuah gereja yang disulap jadi masjid karena jumlah muslim yang cukup banyak setiap shalat jumat di Aberdeen. Ini menunjukkan perkembangan islam yang pesat apalagi mereka kan cuma pakai gereja seminggu sekali. Subhanallah yah.. 


Figure 3. Ini gerejanya yang disulap jadi masjid

oh iyah saat Aberdeen city tour ini kita ditemani oleh seorang guide yang cukup berpengalaman menjelaskan tentang seluk beluk kota Aberdeen ini. Kami diperlihatkan bangun gereja tertua di Aberdeen, city centre, taman, museum, dan yang paling berkesan saat sang guide menunjukan gereja yang berubah fungsi menjadi bar karena ditinggalkan jamaahnya. Jangan sampai ada masjid yang ditinggalkan jamaahnya deh (sedih banget dengernya…) tapi disisi lain ini memperlihatkan menurunnya jumlah umat Christian disini… (Wallahualam bishawab…)… Setelah puas city tour dan mengambil banyak gambar bangunan Aberdeen yang sangat megah dan indah akhirnya perjalanan kami terhenti di Pantai sebagai final destinantion… Disana kami bermain futsal (bwt bapak-bapak aja sebenernya), anak-anak bermain pasir, dan ibu-ibu sibuk berfoto…;P


 Figure 4. Di depan sebuah Universitas di Aberdeen
 (megah banget yah sayang aku lupa namanya..:P)


 Figure 5. Salah satu kantor pos di Aberdeen (Gede beuttt....^u^)


Figure 6. Berfoto bersama dengan kelompokku di Aberdeen City Tour
Figure 7. Beautiful Beach in Aberdeen

Figure 8. Yeah We're flying without wings....

Figure 9. Aberdeen Museum
Figure 10. Monkey House (kenapa yah dinamain monkey house?)
Figure 11. Gereja tertua di Aberdeen

Setelah itu tepat pukul 13.00 kami kembali ke Feryhill community centre tempat awal khibar gathering diadakan. Disana sudah menanti bazar berbagai macam kuliner khas Indonesia. Wahhh tak sabar rasanya untuk  membeli semua makanan itu. Maklum selama 7 bulan semenjak aku di Inggris kangen sekali rasanya dengan makanan Indonesia. Saat penuh semangat dan rasa lapar mulai terasa ternyata uang yang baru saja kuambil dari ATM hilang. Huahhh sedih sekali rasanya, entahlah dimana hilangnya uang itu…Akhirnya aku berusaha mengikhlaskan dan membatalkan keinginanku untuk membeli dan memborong semua makanan di bazar itu, (hiks sedihnyaaa…T_T ) akhirnya aku meminjam uang temanku sesama student yang juga membawa uang yang sama terbatasnya denganku.  Ingin cerita ke yang lain malu rasanya, aku hanya bercerita ke seorang ummahat (tanpa bermaksud untuk meminta dikasihani low..) dan tiba secara mengejutkan saat acara selesai sang ummahat menganti uang dengan jumlah yang sama dengan uangku yang hilang. Wah senangnya semoga Allah membalas beliau dan keluarga dengan kesehatan dan rizki yang berlipat ganda…(Lain kali lebih hati-hati yah mba Rika..:P)

Singkat cerita sebelum acara ditutup kami bersama-sama menonton kids theatre dan berfoto bersama. Kemudian kami kembali ke Aberdeen Coach station, coach berangkat jam 19.00 dan keesokan harinya pukul 07.00 kami sampai di London. Kemudian kami naik train ke Victoria station untuk kembali ke Chatham kemudian dari Chatham Station naik bus dan sampailah di rent houseku tercinta…..

Tidak terbayangkan betapa menyenangkan dan bermaknanya semua perjalanan, pengalaman yang kudapat selama menuju dan saat acara di Aberdeen. Allhamdulillah di tempat yang ribuan kilometer jaraknya dari Indonesia aku bisa bertemu dengan saudara sesama muslim. Semoga Allah mengizinkan kita bertemu lagi dalam tempat dan keadaan yang lebih baik… insya Allah..
Figure 12. Foto bersama setelah penutupan acara
(ikhwan-akhwat foto terpisah)


Best Regards,


Rika reviza rachmawati



3 comments:

Unknown said...

mba rika,jumlah pengikut semuanya brapa orang ?

Hanipa Asmita H.K. said...

semangat menulis lagi ya tehh. insya Allah bermanfaat buat yang mau kesana. hehe :D

Unknown said...

@IBRAHIM lumayan banyak dek baim sekitar 80 orang peserta yang datang
@Hanipa terimakasih yah sudah menjadi pembaca setia blog aku:)