Puasa
pertamaku bulan Ramadhan ini tahun 2013 di
UK saat summer holiday terasa sangat berbeda daripada puasaku sebelumnya di
Indonesia. Sekarang aku hanya puasa berdua dengan teman satu rent houseku sesama
mahasiswa muslim asal Indonesia yang berkuliah di University of Greenwich yang
sama denganku. Puasa di musim summer ini
lamanya kira-kira hampir 20 jam karena dimulai dari subuh jam ½ 3 pagi dan maghrib
jam ½ 10 malam. Tapi seiring perputaran waktu kita hanya puasa selam 18 jam
saja. Jadi biasanya setelah berbuka kami langsung lanjutkan dengan shalat maghrib
dan menunggu isya dan shalat taraweh sekaligus sekitar pukul 11 malam. Aku
biasanya shalat taraweh di rent house ku karena untuk ke masjid yang terletak Gillingham
aku harus mempuh perjalanan sekitar 45 menit (*maklum di tempatku ini muslimnya
minoritas jadi belum ada masjid). Tapi pernah suatu kali aku mencoba shalat
taraweh di masjid di Gillingham ternyata baru selesai jam 12 malam karena 23
rakaat dan kami harus sahur jam ½ 3 pagi jadi rasanya terlalu berat. Ditambah
lagi di Gillingham itu banyak bar dan diskotik jadi kami harus berhadapan
dengan para pemabuk di sepanjang jalan, rasanya riskan untukku sebagai
perempuan untuk shalat taraweh di masjid…L
Allhamdulillah,
saat Ramadhan aku ada kegiatan namanya “Ramadan for Teens and Kids” . Tugasku menjadi seorang
fasilitator untuk para remaja dan anak-anak yang berumur 4-8 tahun di KBRI London. Acara ini di motori
oleh mbak Fitri seorang mahasiswi dari Roehampton University dan dibantu
oleh mahasiswa lainnya yaitu Devfanny Aprilia, mahasiswi di Westminster
University, aku sendiri, mbak Luluk sorang guru, Ani domestic worker di
London dan beberapa orang lainnya. Acaranya dibagi dua yaitu untuk remaja dan
anak-anak. Di acara ini kita memperkenalkan tentang Ramadhan, tips-tips untuk
tetap produktif selama Ramadhan, games pengetahuan keislaman, hafalan al-qur’an
dll. Senang sekali rasanya aku bertemu dengan anak-anak yang masih polos,
cerdas dan ceria ini. Dulu sebelum aku kuliah master, aku memang pernah menjadi
seorang guru di Sekolah Alam Bandung, jadi aku punya cukup pengalaman
berhadapan dengan anak-anak. Tapi terasa berbeda karena anak-anak ini tidak
bisa berbahasa Indonesia. Di acara ini kami harus memberikan mereka pengetahuan
tentang Ramadhan karena anak-anak ini harus menghadapi tantangan yang lebih
berat dalam berpuasa, waktu yang lebih panjang dan terkadang ditambah
lingkungan sekitar yang kurang kondusif karena pastinya temen-temen disekolah
mereka jarang yang berpuasa.
Aku sangat senang sekali apalagi saat tahu acara
ini diliput oleh media Antar-London dan ini beritanya:http://ramadhan.antaranews.com/berita/388151/ramadhan-anak-dan-remaja-di-kbri-london.
Berfoto
Bersama Anak-anak di Ruang Crutala KBRI-London
Akhirnya
Eid-ul Fitr tiba pada tanggal 8 Agustus 2013. Shalat Eidnya di Gillingham
mosque karena mbak Aini temanku harus submit Thesis dua hari lagi sehingga
beliau tidak punya cukup waktu untuk shalat di Wisma Nusantara di Rumah pak
Dubes Di London. Karena dari tempatku di Chatham-Kent ke London kami harus naik
train sekitar 1 jam perjalanan. Sedangkan aku masih ada ujian dan Essay maklum
walaupun sebenarnya ini summer holiday tapi untuk postgraduate students seperti
kami yang hanya setahun nampaknya setiap hari itu hanya belajar (No free time) J
Shalat
Eid dimulai pukul 9 pagi sebelumnya diisi dengan khutbah dengan berbahasa
Inggris (untung aja biasanya suka pakai bahasa Urdu dan bahasa Arab). Seru deh melihat muslimah dari
berbagai Negara kebanyakan berasal dari India, Pakistan, Afganistan,
Bangladesh, Iran, Irak, etc. Orang Indonesia hanya kami berdua. Tidak seperti
masjid di Indonesia yang dilengkapi kubah besar. Masjid disini sangat sederhana
hanya sebuah bangunan berwarna hijau dan bertuliskan “Jami Mosque Gillingham”.
Tapi Allhamdulillah ternyata cukup banyak muslim di daerahku ini. Maha Suci
Allah yang telah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Selesai
shalat kami saling mengucapkan “Eid Mubaraak”. Allhamdulillah kami berhasil
melalui bulan Suci ramadhan tanpa keluarga hanya bersama teman yang seperti
saudara J
Masjid Gillingham Mosque
Suasana di dalam Jami Mosque Gillingham (Akhwat)
Setelah shalat Eid dan bersalam-salaman Aku dan
mbak Aini langsung pulang menuju rumah mbak Wardah. Mbak Wardah adalah seorang
PhD student di University of Greenwich. Mbak Wardah tinggal sendirian di
Gillingham karena anaknya di Aceh. Mbak Wardah ini pintar masak dan beliau
sudah menyiapkan nasi kuning dan rendang untuk kita…. Wah Allhamdulillah
sebagai seorang anak kos yang jauh dari orang tua makan-makan seperti ini
adalah momen yang sangat kami suka..hehe J .. Memang sedih berlebaran dan berpuasa jauh
dari orangtua, adik, kakak dan saudara-saudara, tapi kalau mau melihat dari
segi positifnya semua pengalamanku ini mengajarkanku banyak hal yang luar
biasa, Ramadhan yang indah di 2013…J
Makanan lebaran kami yang tanpa ketupat dan opor Ayam tapi tetep
Maknyos…J
Satu
minggu setelah Idul Fitri di Wisma Nusantara yaitu tempat tinggal pak duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris
Raya, Hamzah Thayeb mengadakan acara silaturahmi dan makan-makan
bersama. Biasanya acara ini dihadiri oleh warga Indonesia dari berbagai daerah
di UK. Tadinya aku, aini dan Maha satu lagi temanku dari Indonesia. Kami sudah
bersiap-siap untuk menghadiri acara ini namun karena tube (kereta bawah tanah)
yang menuju Wisma Nusantara sedang engineering works dan replacement bus nya
tidak jelas akhirnya kami hanya berputar-putar disekeliling London dan kemudian
kami ke Trafagal square (tourist site yang sangat terkenal di UK). Ternyata
disini sedang ada acara bazar halal food dari berbagai Negara muslim seperti
Malaysia, Arab, Turki, Pakistan, India, dll. Wah seru deh banyak sekali muslim
yang hadir disini. Selain itu ada acara konser musicnya juga… heheh meski
nyasar tapi tetap ada yang bisa kami nikmati…senangnyaJ
Eid festival 2013 Trafagal Square London,UK










