Bismillahirahmanirrahim..
In The Name of Allah The Most Gracious and The Most
Merciful
Keluarga Islam
Indonesia di Britania Raya (KIBAR) gathering adalah acara untuk semua muslim
di UK, seperti London, Birmingham, Nottingham, Loughborough, Manchester,
Leeds, Sheffield, Newcastle, Glasgow, Aberdeen, Bristol, Southampton, dan
kota-kota lainnya. Mereka berasal dari beragam latar belakang yang mencakup
kalangan mahasiswa/pelajar, pekerja, maupun warga Indonesia yang menikah
dengan warga negara UK. Acara KIBAR gathering ini biasanya diikuti oleh ratusan
peserta baik secara individu maupun keluarga yang datang dari berbagai penjuru
kota di UK serta diisi oleh berbagai pembicara baik dari Indonesia maupun dari
Inggris. Terbayangkan betapa serunya acara KIBAR gathering ini bertemu saudara sesame
muslim dari Indonesia yang berkumpul dalam satu tempat pasti sangat
menyenangkan.
Acara KIBAR kali ini
diadakan di Aberdeen, Scotland pada tanggal 25-26 May 2013. Sempat ragu untuk
mengikuti acara KIBAR ini mengingat betapa jauhnya jarak Aberdeen-London hampir
sekitar 13 jam perjalanan kalau dari tempatku dengan menggunakan Coach (Bus). Sebenernya
akan bisa lebih cepat 2 sampai 3 jam jika menggunakan train tapi yang pasti
harga ticketnya juga berpuluh kali lipat dibandingkan ticket bus. Ditambah lagi
bulan May itu aku sedang sibuk menghadapi exam. Tapi setelah kupertimbangkan aku
memilih menyiapkan examku lebih awal agar aku bisa mengikuti KIBAR gathering
ini. Apalagi master degree yang sedang kujalani ini hanya setahun tentunya
(insya Allah) tahun depan aku sudah kembali ke Indonesia dan aku tidak akan
pernah merasakan serunya acara KIBAR gathering ini.
Aku berangkat bersama dengan seorang temanku mahasiswa
Indonesia yang sedang kuliah di universitas yang sama denganku dari Chatham–Kent
sekitar pukul 19.00, kami menuju Chatham
train station dengan menggunakan coach. Sampai di train station suasana sudah
cukup sepi maklum hari sudah menjelang malam meski masih cerah tapi pasca
pembunuhan yang baru beberapa hari yang lalu terjadi di London yang dilakukan
oleh seorang muslim terhadap tentara British yang dikenal sebagai tragedi Woolwich
membuat kami para muslim di UK ini menjadi harus ekstra waspada. Karena setelah
kejadian itu banyak muslim yang mulai merasakan “rasis” dari orang-orang yang
tidak bertanggungjawab (kita lanjut ceritanya nanti yah di note yang beda).
Perjalanan menggunakan train dari Chatham
station menuju Victoria Station ditempuh sekitar 47 menit. Sampai Victoria
Station kami menuju Victoria coach station. Coach yang kami tumpangi akan
berangkat sekitar pukul 22.30. Saat kami tiba waktu menunjukkan pukul 21.00
jadi kami masih punya waktu satu jam lebih untuk menunggu dan mempersiapkan
segala sesuatunya, maklum perjalanan cukup jauh. Ternyata saat menunggu kami
bertemu dengan warga Indonesia lain yang sama-sama juga akan berangkat KIBAR
Gathering di Aberdeen. Seneng deh bertemu orang-orang baru ada mba Ida, mba
Naniek dan anaknya, Kirana, mba Ita yang seorang wartawan Antara-London, mba
Rini dan suaminya yang bekerja di London dll.
Coach yang kami tumpangi namanya National
Express. Coachnya cukup nyaman dengan heater yang
selalu on dan toilet yang bersih dan nyaman. Maklum meski sudah masuk summer
tetep aja Inggris selalu dingin. Akhirnya tepat pukul 22.30 Coach yang kami
tumpangi berangkat. Kupandangi pemandangan malam diluar sana sambil melihat cantiknya
London di waktu malam dan sesekali merefleksi betapa banyak anugerah yang sudah
diberikan Allah untukku saat ini. Ini adalah kali pertama aku naik coach untuk perjalanan jauh selama aku di Inggris.
Hal yang paling aku suka dari Inggris itu adalah disiplin dalam segala hal,
mereka sangat memperhatikan betul hal berkaitan dengan waktu seperti ketika
coach berhenti untuk istirahat, Passenger hanya diperbolehkan turun 30 menit,
tidak boleh membawa hot drink, chips, wajib memakai seatbelt, dan benar tepat
30 menit kemudian coach jalan. Lain waktu ketika kami punya waktu istirahat
selama 5 menit setelah 5 menit coach langsung jalan. Hehehe seru yah istirahat cuma
5 menit dan semua penumpang dengan sendirinya sadar untuk segera kembali ketempat
duduk setelah 5 menit istirahat. Paginya sekitar pukul 08.00 kami sudah sampai
di Glasgow dan semakin banyak bertemu dengan keluarga muslim, kebanyakan
mahasiswa PhD yang membawa keluarga, seru deh baru sadar Indonesia punya banyak
stock manusia cerdas yang siap membangun bangsa kedepannya nanti dan ternyata
setelah aku tiba di Aberdeen semakin aku sadar betapa banyaknya orang Indonesia
disini.
Waktu menunjukkan pukul 11.00 ketika
kami sampai di Aberdeen Guild street bus station-Scotland. Senang dan bahagia
sekali rasanya begitu menginjakan kaki setelah 12 jam perjalanan yang melelahkan
dengan istirahat yang hanya beberapa menit tapi tidak mengurangi semangat kami. Mungkin
jaraknya seperti Jakarta-Surabaya tanpa macet. hehehe… Aberdeen adalah sebuah
kota kecil dengan total penduduk sekitar 5 juta orang. Scotland kaya akan hasil
alam berupa oil dan gas. Kotanya bersih dan Indah, Subhanallah two thumbs up
deh…
Figure 1. Aberdeen City (Granite City)
Figure 2. Aberdeen City Map
Setelah
turun dari Coach bersama-sama kami menuju Feryhill community centre tempat
acara KIBAR gathering itu dilaksanakan. Hanya sekitar 15 menit perjalanan dari
Coach station ke community centre. Sampai disana kami sudah disambut dengan
panitia yang sudah ramai sekali, dan acara nampaknya sudah mau dimulai. Acara
dibuka dengan perkenalan oleh masing-masing peserta tapi hanya ikhwannya saja.
Saat perkenalan itu baru aku tahu ternyata sebagian besar yang hadir adalah
student yang sedang mengambil PhD, master, barchelor ataupun orang Indonesia
yang bekerja disini. Yang unik ada beberapa Engineer yang dulunya bekerja di
IPTN namun semenjak IPTN bangkrut mereka pindah bekerja di Airbus. Sayang yah
banyak orang pintar di Indonesia tapi mereka lebih memilih bekerja di luar
karena satu dan lain hal.
Tema besar acara KIBAR adalah Mengokohkan
Iman menbar Cahaya Islam dengan pemateri Yusuf Chamber. Beliau adalah salah satu pendiri iERA (http://www.iera.org.uk).
Organisasi ini memiliki kegiatan dakwah bagi non-muslim, muslim yang baru masuk islam,
debat interfaith dan dakwah training dan Brother Hilal. Dari kedua pembicara utama tersebut, diharapkan umat muslim Indonesia di
UK akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga bagaimana caranya
mengokohkan keimanan di tengah-tengah tantangan hidup di negeri barat dan
kemudian menjadi duta dalam menebarkan cahaya Islam karena iman dan Islam
adalah nikmat Allah yang tak terhingga nilainya yang akan menyelamatkan kita
dari api neraka dan kita wajib menjaganya dan menyebarkannya.
Tidak hanya muslim asal Indonesia saja
yang datang saat itu. Pasangan mixed couple seperti misalnya mba Ester yang suaminya
British pun turut hadir di acara itu dan beberapa pasangan mixed couple juga
hadir di KIBAR gathering. Acara berakhir sekitar pukul 20.30 kemudian kami
menuju Travelodge (sebuah penginapan seperti hotel) tempat kami menginap dan
beristirahat. Aku sangat bersemangat sekali dan tak sabar menunggu hari esok
karena besok kami akan melakukan Aberdeen City tour untuk melihat cantiknya
Aberdeen yang dikenal dengan sebutan Granite city karena semua bangunannya
rata-rata berwarna abu-abu ( Unik yah ^v^).
Keesokan harinya sekitar pukul 07.15 aku
dan mba Aini teman sekamarku sudah siap di lobby Travelodge. Kami sudah janjian
dengan Mba Tety dan suaminya untuk bersama-sama berangkat menuju Jamea Mosque
Islamic Centre. Tempat berkumpul kami sebelum melakukan city tour. Sampai di
lobby ternyata mba Tety dan suaminya sudah tidak ada, kami sempat panic karena
lupa meminta nomor mba Tety dan tidak tahu bagaimana caranya menuju Islamic
centre. Akhirnya setelah hampir 15 menit berputar-putar mencari jalan ke
Islamic centre kami bertemu dengan kendaraan yang memang khusus mengantar
jemput peserta menuju Islamic centre. Allhamdulillah ternyata jarak Islamic centre
itu dekat sekali dengan Travelodge tempat kami menginap. Hehehe…
Wah ternyata Islamic centre ini adalah
sebuah gereja yang disulap jadi masjid karena jumlah muslim yang cukup banyak
setiap shalat jumat di Aberdeen. Ini menunjukkan perkembangan islam yang pesat
apalagi mereka kan cuma pakai gereja seminggu sekali. Subhanallah yah..
Figure 3. Ini gerejanya yang disulap jadi masjid
oh iyah
saat Aberdeen city tour ini kita ditemani oleh seorang guide yang cukup
berpengalaman menjelaskan tentang seluk beluk kota Aberdeen ini. Kami diperlihatkan
bangun gereja tertua di Aberdeen, city centre, taman, museum, dan yang paling
berkesan saat sang guide menunjukan gereja yang berubah fungsi menjadi bar
karena ditinggalkan jamaahnya. Jangan sampai ada masjid yang ditinggalkan
jamaahnya deh (sedih banget dengernya…) tapi disisi lain ini memperlihatkan
menurunnya jumlah umat Christian disini… (Wallahualam bishawab…)… Setelah puas
city tour dan mengambil banyak gambar bangunan Aberdeen yang sangat megah dan
indah akhirnya perjalanan kami terhenti di Pantai sebagai final destinantion…
Disana kami bermain futsal (bwt bapak-bapak aja sebenernya), anak-anak bermain
pasir, dan ibu-ibu sibuk berfoto…;P
Figure 4. Di depan sebuah Universitas di Aberdeen
(megah banget yah sayang aku lupa namanya..:P)
Figure 5. Salah satu kantor pos di Aberdeen (Gede beuttt....^u^)
Figure 6. Berfoto bersama dengan kelompokku di Aberdeen City Tour
Figure 7. Beautiful Beach in Aberdeen
Figure 8. Yeah We're flying without wings....
Figure 9. Aberdeen Museum
Figure 10. Monkey House (kenapa yah dinamain monkey house?)
Figure 11. Gereja tertua di Aberdeen
Figure 9. Aberdeen Museum
Figure 10. Monkey House (kenapa yah dinamain monkey house?)
Figure 11. Gereja tertua di Aberdeen
Setelah itu tepat pukul 13.00 kami
kembali ke Feryhill community centre tempat awal khibar gathering diadakan.
Disana sudah menanti bazar berbagai macam kuliner khas Indonesia. Wahhh tak sabar
rasanya untuk membeli semua makanan itu.
Maklum selama 7 bulan semenjak aku di Inggris kangen sekali rasanya dengan
makanan Indonesia. Saat penuh semangat dan rasa lapar mulai terasa ternyata
uang yang baru saja kuambil dari ATM hilang. Huahhh sedih sekali rasanya,
entahlah dimana hilangnya uang itu…Akhirnya aku berusaha mengikhlaskan dan
membatalkan keinginanku untuk membeli dan memborong semua makanan di bazar itu,
(hiks sedihnyaaa…T_T ) akhirnya aku meminjam uang temanku sesama student yang
juga membawa uang yang sama terbatasnya denganku. Ingin cerita ke yang lain malu rasanya, aku
hanya bercerita ke seorang ummahat (tanpa bermaksud untuk meminta dikasihani
low..) dan tiba secara mengejutkan saat acara selesai sang ummahat menganti
uang dengan jumlah yang sama dengan uangku yang hilang. Wah senangnya semoga
Allah membalas beliau dan keluarga dengan kesehatan dan rizki yang berlipat
ganda…(Lain kali lebih hati-hati yah mba Rika..:P)
Singkat cerita sebelum acara ditutup
kami bersama-sama menonton kids theatre dan berfoto bersama. Kemudian kami
kembali ke Aberdeen Coach station, coach berangkat jam 19.00 dan keesokan
harinya pukul 07.00 kami sampai di London. Kemudian kami naik train ke Victoria
station untuk kembali ke Chatham kemudian dari Chatham Station naik bus dan
sampailah di rent houseku tercinta…..
Tidak terbayangkan betapa menyenangkan
dan bermaknanya semua perjalanan, pengalaman yang kudapat selama menuju dan
saat acara di Aberdeen. Allhamdulillah di tempat yang ribuan kilometer jaraknya
dari Indonesia aku bisa bertemu dengan saudara sesama muslim. Semoga Allah
mengizinkan kita bertemu lagi dalam tempat dan keadaan yang lebih baik… insya
Allah..
Figure 12. Foto bersama setelah penutupan acara
(ikhwan-akhwat foto terpisah)
Best Regards,
Rika reviza rachmawati





