Terinspirasi
dari sebuah novel dan film laris di Indonesia yang berjudul “99 Cahaya di
Langit Eropa” karangan Hanumrais, akhirnya menginspirasiku untuk menuliskan
sesuatu tentang islam di UK, sebuah Negara di Eropa yang tidak dibahas di novel
dan film tersebut. Namun memiliki gairah dan perkembangan islam yang sangat
luar biasa. Aku mungkin belum membaca novelnya secara langsung dan menonton
filmnya, hanya sempat melihat thriller filmnya dan synopsis novelnya tapi
sepanjang satu tahun aku belajar di negeri Harry potter ini aku mengamati
banyak hal luar biasa tentang islam di UK yang sayang rasanya bila tidak aku
tulis dan share di blogku.
Menurut
sejarah, islam sempat menguasai 2/3 belahan dunia dan sesuai dengan hadist Rasulullah
SAW suatu hari nanti islam pasti bangkit kembali berjaya setelah mengalami
keterpurukan sekian lama. Semakin hari akan semakin banyak orang yang sadar
betapa islam adalah agama Rahmatan lil’alamin untuk semua umat manusia dan
rasanya justru mungkin kebangkitan islam itu dimulai dari Eropa, ketika semakin
banyak muslim yang cerdas dan produktif yang mengaplikasikan islam tidak hanya
dari segi ritual semata tapi dari berbagai sisi kehidupan, insya Allah kejayaan
islam itu semakin dekat.
Pertama
tentang World Islamic Economic Forum (WIEF) ke 9
yang dilaksanakan di London pada tanggal 29-31
October 2013. Ini adalah sebuah acara
dimana para pemimpin dunia muslim, para kademisi, industrialis besar, dan para
ahli di bidang bisnis berkumpul bersama untuk merintis sebuah system ekonomi
islam yang waktu itu Indonesia diwakili oleh bapak wakil presiden Budiyono.
Acara ini dihadiri sekitar 2.300 peserta yang berasal dari 120 negara. Prestigious international event ini baru
pertama kalinya diselenggarakan di non-Muslim European capital. Sebelumnya
acara ini diadakan di Malaysia, Kazakhstan, Indonesia, Kuwait and Pakistan. Tujuan acara ini diadakan di London adalah untuk
menjadikan London sebagai “Islamic
financial centre in the West and the ninth-largest in the world”. Acara ini
dibuka langsung oleh Boris sebagai Mayor of London (Mungkin seperti Jokowi
kalau di Jakarta) dan David Cameron (British Prime Minister). Berbeda dengan
system ekonomi konvensional yang berbasis riba atau interest (bunga bank) yang diharamkan dalam islam, Islamic finance
ini menekankan kepada prinsip ekonomi syariah dimana prinsip profit sharing atau risk sharing dan perjanjian
yang adil sehingga tidak membebani satu pihak saja.
Boris menekankan Islamic finance akan mendorong perkembangan ekonomi
dengan menciptakan banyak lapangan kerja baru bagi warganya, meningkatkan bisnis
antara Negara muslim dan non-muslim, selain itu
Boris menambahkan London adalah tempat yang paling tepat karena masyarakatnya
yang sangat multiculture, dan open minded. Telepas dari itu semua aku sebagai
orang awam melihat ini adalah sebuah langkah besar untuk memperkenalkan islam
kepada dunia. Ini sangat luar biasa mengingat acara ini diadakan di London
salah satu kota yang famous di dunia
dan mereka secara tidak langsung mengatakan ekonomi islam yang paling baik yang
harusnya diterapkan oleh setiap bangsa bukan ekonomi konvensional yang
menyebabkan krisis parah di Eropa beberapa tahun silam.
Figure 1. Para
Pemimpin Di World Islamic Economic Forum 29-31 October 2013
Berikutnya yang paling popular dengan Inggris yaitu
football. Ada banyak klub sepakbola terkenal yang ada di Inggris seperti
Arsenal, Chelsea, Newcastle, Wigan, Stoke city dll dan dibalik klub sepakbola
terkenal itu ada banyak ternyata pemain muslim hebat yang banyak menorehkan
prestasi di dunia sepakbola. Dua puluh tahun yang lalu tidak ada satu orang pun
pemain muslim di “The
English Premier League” tapi sekarang hampir 40 orang muslim yang merumput di lapangan. Tahun 2013 lalu tepatnya di bulan Ramadhan BBC
one merilis sebuah tayangan tentang “The Muslim Premier League”. Tayangan
berdurasi sekitar 30 menit ini bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=f-k7CiPKwb0.
Banyak makna dan hal luar biasa dari tayangan
yang sangat objective dalam memandang islam dari berbagai perspektif seperti
dalam video tersebut terlihat jelas ketika seorang Demba ba pemain Newcastle
United 2011-2013 yang sekarang pindah ke Chelsea melakukan sujud seperti shalat
setelah mencetak gol, dan bukan melakukan tarian atau celebration yang
berlebihan. Ini menjadi sebuah sorotan banyak pihak dan saat itulah Demba ba menjelaskan
makna dibalik sujud setelah mencetak gol apalagi ditengah islamophobia yang
sekarang sering digencarkan oleh banyak media barat.
Ramadhan tahun 2013 lalu berlangsung pada musim
summer dimana saat itu adalah hari paling panjang dalam satu tahun di Inggris.
Adzan subuh sekitar pukul 02.00 dan
berbuka pukul 21.00 jadi kami harus berpuasa sekitar 18-19 jam lamanya.
Ramadhan berakhir tanggal 7 August sekitar 10 hari sebelum “The Premier League Season” dimulai.
Selama persiapan pertandingan Demba ba bercerita tetap melakukan puasa walaupun
pelatih sempat mengkhwatirkan
performance Demba ba. Namun Demba ba
meyakinkan sang pelatih dengan berkata "Every time I had
a manager that was not happy with it, I've said: 'Listen, I'll do it. If my
performance is still good, I'll keep playing; if it's bad you drop me on the
bench, that's it'" dan ternyata puasa Ramadhan sama sekali tidak
mempengaruhi prestasinya dan tetap berhasil mencetak sekitar 6 gol semenjak
Ramadhan. Para supporter Newcastle yang berjumlah sekitar 40,000 orang selalu
bernyanyi gembira setiap Demba ba mencetak gol seperti “Demba ba score six since Ramadhan and he just can’t seem to get enough”.
Pemain sepakbola lainnya adalah Ali Al-habsi
seorang goalkeeper yang berasal dari Oman bermain untuk Wigan. Di sela-sel
kesibukan berlatih dan petandingan Ali selalu menyempatkan diri untuk shalat 5
waktu dan dengan kebijaksanaan dari pelatih beliau mendapatkan tempat shalat
yang layak, makanan halal dan bisa menyempatkan untuk shalat di masjid. Di
video ini juga dijelaskan ketika mereka menang premier league dan diberi hadiah
sebotol champagne atau alcohol yang sebagai seorang muslim alcohol itu dilarang
mereka akan berusaha menghindar dan mendapatkan ruang ganti khusus agar tidak
terkena alcohol karena biasanya para pemain akan saling menyemprotkan alcohol
setelah kemenangan. Video ini juga menjelaskan tentang negatif effect dari
minum alcohol seperti toxic ke tubuh yang menyebabkan mengapa muslim dilarang
mengkonsumsi alcohol.
Seorang pemain Stoke City yang bernama Mamadi
Sindibe juga memberikan penjelasan singkat tentang charity atau pentingnya
membayar zakat 2.5% dari penghasilan kita untuk diberikan kepada orang yang
kurang beruntung. Video yang memiliki unsur edukasi tentang seperti apa muslim
seharusnya dan mencoba meluruskan banyak persepsi salah terhadap islam yang
menurut saya patut diapresiasi karena jelas sekali cepat atau lambat islam akan
semakin diterima sebagai sebuah agama Rahmatan lil alamin dan menjadi sangat
familiar di antara British culture.
Figure 2. Demba
ba ‘kissing the pitch’ bersujud setelah mencetak goal untuk menunjukan rasa
syukur kepada Allah SWT
Lain lagi kisah muslimah di Inggris yang akan
saya bahas selanjutnya karena terinspirasi saat di Indonesia sedang ramai oleh
berita pelarangan jilbab polwan oleh Mabes Polri. Pelarangan jilbab diputuskan
dengan alasan yang menurut saya terlalu dibuat-buat dan sama sekali tidak masuk
akal. Mengenakan jilbab bagi seorang muslimah itu wajib hukumnya dan tidak
seharusnya sebagai pemimpin melarang bawahannya mengenakan jilbab karena dengan
alasan belum ada anggaran untuk membeli jilbab yang seragam dan akan menggangu
estetika karena akan tidak sedap dipandang jika polwan mengenakan jilbab dengan
berbagai macam warna. Jika seperti itu masalahnya Polri cukup menentukan
bentuk, warna dan model sehingga polwan tinggal menyesuaikan saja seharusnya
sangat simple tanpa harus membuat polwan menunda atau terpaksa melepaskan
jilbab. Sungguh hal yang sangat menyedihkan sebagai Negara muslim terbesar di
dunia apalagi bila dibandingkan dengan UK yang bukan negara muslim. Karena disini
para policewoman diizinkan untuk mengenakan jilbab dan sama sekali tidak mengganggu
profesionalitas mereka dalam bekerja.
The Metropolitan Police di London telah
menerima hijab sebagai bentuk seragam bagi muslim women. Hal ini resmi
diumumkan di sebuah conference dengan tema “Protect
and Respect: Everybody’s Benefit”. Selain itu muslim police juga diijinkan
untuk shalat ketika sedang bertugas, mendapatkan makanan halal dan berubah
jadwal makan siang selama Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa Britain sudah
menerima, paham dan siap mengakomodasi kebutuhan individu muslim secara umum.
Masih akan ada banyak hal luar biasa tentang islam yang berkembang di Inggris yang
selanjutnya akan saya ceritakan di chapter yang berbeda.
Figure 3. Policewoman
mengenakan hijab di London
Figure 4. Models
Shahnaz Shashudin and Syria Hussain mengenakan seragam police lengkap dengan
hijab di depan New Scotland Yard, Kantor of the London Metropolitan Police.
References














