First Time Dauroh Tarqiyah in London
In
the name of Allah the Most Gracious and the Most Merciful
Saturday, 26 January 2013,
Hari ini untuk pertama kalinya aku
ikutan acara dauroh sekaligus mabit selama aku di Inggris. Tempatnya di London, cukup jauh
dari tempat tinggalku hampir 2 jam perjalanan karena tempat tinggalku di
Chatham, Kent sedangkan daurohnya di rumah seorang ummahat namanya uni Diana,
tempatnya di 38 Queensborough Gardens, Gants Hill, IG2 6XZ. Rasanya excited
banget sepanjang perjalanan karena saat rapat panitia yang dilakukan lewat
skype akan ada banyak peserta yang datang mulai dari Nottingham, Bristol,
Manchester, dan sisanya sekitar London. Kebayang kan betapa serunya bertemu
saudara semuslim di negerinya Harry Potter ini.....
Acaranya akan dimulai pada pukul
11.00 am, aku berusaha berangkat sepagi mungkin agar tidak telat maklum
perjalanannya cukup jauh, pertama aku harus naik bus 140 ke Chatham train
station, naik kereta menuju Station Woolwich Arsenal perjalanannya sekitar 44
menit, setelah itu pindah DLR (Docklights light railways) semacam train tapi
lebih cepat sekitar 200km/hour dan tanpa masinis, aku paling suka kalau naik
DLR karena cepat dan reliable, menuju Channing Town station, lalu pindah naik
tube (semacam underground train) Jubilee Line menuju Stratford station,
sampai di Stratford
Station aku ganti Tube Central line yang menuju Gants Hill. Station terdekat
dengan rumahnya Uni Diana. Sebenernya sempat ragu-ragu waktu di Woolwich
Arsenal tapi Allhamdulillah aku bertemu orang kulit hitam baik hati yang
menunjukkan DLR yang sesuai dengan tujuanku. Di tempat yang jauh dari negaraku
aku sering bertemu orang baik yang tulus membantuku, Allhamdulillah salah satu
hal yang patut aku syukuri.
Sampai di Gants Hill station aku
bertemu dengan mba Nur dengan anaknya yang baru berumur 2 tahun dan ibunya mbak
Nur, mereka juga peserta Dauroh sepertiku. Akhirnya kamipun berangkat bersama
menuju rumah uni Diana. Allhamdulillah kemarin aku sudah terlebih dahulu google
maps jadi mudah menemukan rumahnya uni Diana. Disana sudah cukup banyak
peserta yang datang kebanyakan ummahat, tapi jangan salah biar ummahat semangat mereka dasyatnya gak kalah
kalau dibandingin yang muda. Hiihihi jadi malu kalau sampai malas-malasan
mengikuti dauroh ini.
Aku absen dulu peserta yang hadir
hari ini ada Dewi yang sedang hamil besar 41 minggu lebih yang rencananya hari
selasa ini akan induksi (semoga Allah mmberikan kemudahan) walaupun
hamil besar beliau
masih semangat ikutan dauroh, ada mba Iffah dengan anaknya yang baru 2 bulan, mba Santi yang
jauh-jauh dari Nottingham hampir 5 jam perjalanan kalau naik bus, mbak Titik
dan beberapa ummahat lain dari Bristol sekitar 3 jam perjalanan dengan bus,
sisanya ummahat yang berasal dari London dan sekitarnya rata-rata banyak yang
masih membawa bayi, seperti mba Mila dengan bayinya yang berumur 9 bulan, mba
Febi yang bayinya baru 5 bln, beberapa ummahat lain yang tetap semangat meski repot harus membawa anak. Sisanya
mahasiswa sekitar 7 orang. Yang paling jauh ada mahasiswa berasal dari
Manchester namanya Ami. Total yang hadir saat itu hampir mencapai 30
orang. Rame dan seru banget rumahnya uni Diana, rasanya ukhuwah disini dasyat
banget, semanis dan selezat brownies...hehe
Acara pertama dibuka dengan
tilawah, sambutan dari MC dan pembagian kelompok, ada sekitar 3 kelompok
masing-masing anggotanya 6-7 orang, aku masuk kelompok 2, setelah pembagian
kelompok kita harus saling bertaaruf terlebih dahulu karena belum mengenal satu
sama lainnya, di kelompok ku hampir semuanya ummahat ada mbak Diah, Mba Ida,
Mba Olga, Mba Titik, Mba Yenni, Mba Mila, hanya aku dan Fitri yang
mahasiswa. Aku paling suka dengan sesi taaruf, berkenalan dengan orang baru
yang lebih tua dari aku, mreka punya banyak hal unik yang aku belum pernah
dengar sebelumnya, seperti Mba Mila yang menikah dengan orang German, beliau
bercerita bagaimana suaminya masuk islam di Syiria sampai akhirnya mereka
bertemu dan memiliki dua anak Ibrahim dan anak kedua yang bernama Yunus yang
berumur 9 bulan, Subhanallah, kemudian sharing cerita dengan mba Olga yang besar
di Australia dan baru beberapa tahun pindah kesini, atau dengan mbak Yenni,
beliau adalah dulunya seorang mahasiswa PhD lulusan sebuah universitas di
Inggris, suaminya seorang dokter bedah yang berasal dari Egypt. Unik sekali aku
bisa mengenal berbagai karakter orang dalam satu waktu....
Setelah taaruf kita saling murajaah hafalan surat Al-Baqarah
ayat 208, kemudian kita bersama-sama membaca qur'an, kelompok kami mendapat
tugas untuk menghatamkan juz 2 jadi kami segera membaca bersama-sama. Setelah
itu barulah dimulai diskusi kelompok, study kasus tentang berbagai permasalahan yang dihadapi muslimah ketika
berada di negeri Barat terutama Inggris. Mulai dari permasalahan mendasar
bagaimana memilih makanan halal, bagaimana memperkenalkan islam kepada masyarakat
Inggris karena ini adalah masalah yang paling penting dan mendasar, berusaha
membuat pencintraan kepada mereka kalau
muslim itu friendly, smart, polite, dll, tetap saling menghormati
keyakinan masing-masing meskipun kita sangat berbeda dalama banyak hal,
berdamai dengan ketakutan kita terhadap anjing yang disini disayang seperti
anak sendiri,
tips n tricks untuk
tetap besosialisasi meskipun kita berbeda dalam segala hal dengan mereka dan banyak
hal terkait dengan kehidupan social kita disini.
Inggris memang negara multi culture, tingginya rasa saling
menghargai antara sesama manusia disini membuat kami para muslim sangat nyaman
disini, Allhamdulillah aku belum pernah merasakan diskriminasi hanya karena aku
muslimah dan berkerudung, nikmat yang luar biasa patut disyukuri memang.
Banyak sekali hal yang bisa kupelajari selama diskusi ini, saling
menasehati dan sharing pengalaman yang insya Allah akan sangat berguna untuk
kedepannya nanti.
Setelah sesi diskusi dan sharing
acara refreshing atau games
menjadi suatu kebutuhan yang wajib, gamesnya adalah menganti setiap kelipatan 3 atau bilangan yang terdapat angka 3 dengan kata
Allahuakbar, gak nyangka ummahat ini antusias banget, dan ternyata pemenangnya
juga ummahat mba Mila dari Uxbridge, keren yah, selamat yah mba Mila (*v*)/
Sekitar jam 5 pm, kami semua
shalat maghrib berjamaah,kemudian kami menerima materi dari Ust. Idam, Dosen UGM yang sedang mengambil PhD disini, materinya tentang sumuliyatul islam,
materi yang sering udengar waktu aku dikampus dulu, tapi terasa sangat berbeda
karena aku kembali diingatkan setelah sekian lama, dan aku mengambil sebuah
kesimpulan dari materi ini yang diambil dari surat Al-Hajj : 78
78. Dan berjihadlah kamu di
jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia
tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenk moyangmu
Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan
(begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi
atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka
laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu;
Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Inilah yang diharapkan dari
seorang mukmin berjihad dengan penuh kesungguhan dan tetap berpegang teguh dengan ajaran Allah. Melakukan segala sesuatu dengan kualitas terbaik sebagai
bentuk rukuk dan sujud kita terhadap Allah SWT. Mari menjadi pribadi muslim yang
berkilau dan mempesona. Karena kami adalah sebuah model keindahan islam yang
tetap berpegang teguh kepada islam meski diluar sana rasanya terasa berat
semoga Allah berkenan menerima segala amal ibadah kami.
Malam ini ditutup dengan makan
malam bersama dengan lauk dendeng balado, hmm yummy rindu masakan Padang rasanya stelah hampir 3 bulan di Inggris, kemudian kami tidur karena sekitar
pukul 11.00 pm, kami harus tidur cepat
karena harus shalat tahajud nanti malam.
Pukul 04.00 am, kami dibangunkan
lalu shalat tahajud berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan muhasabah bersama,
tidak terasa air mata ini menetes mengingat betapa banyak dosa yang aku
lakukan, damai sekali hati ini rasanya.
Paginya acara dilanjutkan dengan
breakfast, kemudian materi tentang Tarbiyah warisan Rasulullah SAW dari mba Santi, dosen dari universitas di Riau yang sedang mengambil PhD di Nottingham.
Beliau mengingatkan tentang materi “akan turun 4 hal setelah 4 hal, bila ada suatu kaum yang berkumpul, membaca asma Allah, mengingat Allah dan mengkaji
Al-qur’an maka Allah akan melimpahkan kepada kaum tersebut sakinah, rahmat, dinaungi malaikat dan nama kita disebut oleh Allah SWT.
Subhnallah dua hari yang luar
biasa, ukhuwah yang sangat indah, salut buat para ummahat yang sudah
mengorbankan segalanya untuk mengikuti dauroh ini dan uni Diana yang sudah
merelakan rumahnya untuk dijadikan basecamp buat
dauroh semoga semakin bertambah
keberkahan untuk rumah uni Diana. Semoga Allah mengabadikan kasih sayang
diantara kita, melimpahkan rahmatNya untuk kita semua dan berkenan kembali
mempertemukan kita di jannahNya. Amiin...(^o^)//






























