Wednesday, 30 January 2013

First time Dauroh Tarqiyah



 First Time Dauroh Tarqiyah in London



In the name of Allah the Most Gracious and the Most Merciful


Saturday, 26 January  2013,
Hari ini untuk pertama kalinya aku ikutan acara dauroh sekaligus mabit selama aku di Inggris. Tempatnya di London, cukup jauh dari tempat tinggalku hampir 2 jam perjalanan karena tempat tinggalku di Chatham, Kent sedangkan daurohnya di rumah seorang ummahat namanya uni Diana, tempatnya di 38 Queensborough Gardens, Gants Hill, IG2 6XZ. Rasanya excited banget sepanjang perjalanan karena saat rapat panitia yang dilakukan lewat skype akan ada banyak peserta yang datang mulai dari Nottingham, Bristol, Manchester, dan sisanya sekitar London. Kebayang kan betapa serunya bertemu saudara semuslim di negerinya Harry Potter ini.....

Acaranya akan dimulai pada pukul 11.00 am, aku berusaha berangkat sepagi mungkin agar tidak telat  maklum perjalanannya cukup jauh, pertama aku harus naik bus 140 ke Chatham train station, naik kereta menuju Station Woolwich Arsenal perjalanannya sekitar 44 menit, setelah itu pindah DLR (Docklights light railways) semacam train tapi lebih cepat sekitar 200km/hour dan tanpa masinis, aku paling suka kalau naik DLR karena cepat dan reliable, menuju Channing Town station, lalu pindah naik tube (semacam underground train) Jubilee Line  menuju Stratford station, sampai di Stratford Station aku ganti Tube Central line yang menuju Gants Hill. Station terdekat dengan rumahnya Uni Diana. Sebenernya sempat ragu-ragu waktu di Woolwich Arsenal tapi Allhamdulillah aku bertemu orang kulit hitam baik hati yang menunjukkan DLR yang sesuai dengan tujuanku. Di tempat yang jauh dari negaraku aku sering bertemu orang baik yang tulus membantuku, Allhamdulillah salah satu hal yang patut aku syukuri. 

Sampai di Gants Hill station aku bertemu dengan mba Nur dengan anaknya yang baru berumur 2 tahun dan ibunya mbak Nur, mereka juga peserta Dauroh sepertiku. Akhirnya kamipun berangkat bersama menuju rumah uni Diana. Allhamdulillah kemarin aku sudah terlebih dahulu google maps jadi mudah menemukan rumahnya uni Diana. Disana sudah cukup banyak peserta yang datang kebanyakan ummahat, tapi jangan salah biar ummahat semangat mereka dasyatnya gak kalah kalau dibandingin yang muda. Hiihihi jadi malu kalau sampai malas-malasan mengikuti dauroh ini. 

Aku absen dulu peserta yang hadir hari ini ada Dewi yang sedang hamil besar 41 minggu lebih yang rencananya hari selasa ini akan induksi (semoga Allah mmberikan kemudahan) walaupun hamil besar beliau masih semangat ikutan dauroh, ada mba Iffah dengan anaknya yang baru 2 bulan, mba Santi yang jauh-jauh dari Nottingham hampir 5 jam perjalanan kalau naik bus, mbak Titik dan beberapa ummahat lain dari Bristol sekitar 3 jam perjalanan dengan bus, sisanya ummahat yang berasal dari London dan sekitarnya rata-rata banyak yang masih membawa bayi, seperti mba Mila dengan bayinya yang berumur 9 bulan, mba Febi yang bayinya baru 5 bln, beberapa ummahat lain yang tetap semangat meski repot harus membawa anak. Sisanya mahasiswa sekitar 7 orang. Yang paling jauh ada mahasiswa berasal dari Manchester namanya Ami.  Total yang hadir saat itu hampir mencapai 30 orang. Rame dan seru banget rumahnya uni Diana, rasanya ukhuwah disini dasyat banget, semanis dan selezat brownies...hehe

Acara pertama dibuka dengan tilawah, sambutan dari MC dan pembagian kelompok, ada sekitar 3 kelompok masing-masing anggotanya 6-7 orang, aku masuk kelompok 2, setelah pembagian kelompok kita harus saling bertaaruf terlebih dahulu karena belum mengenal satu sama lainnya, di kelompok ku hampir semuanya ummahat ada mbak Diah, Mba Ida, Mba Olga, Mba Titik, Mba Yenni, Mba Mila,  hanya aku dan Fitri yang mahasiswa. Aku paling suka dengan sesi taaruf, berkenalan dengan orang baru yang lebih tua dari aku, mreka punya banyak hal unik yang aku belum pernah dengar sebelumnya, seperti Mba Mila yang menikah dengan orang German, beliau bercerita bagaimana suaminya masuk islam di Syiria sampai akhirnya mereka bertemu dan memiliki dua anak Ibrahim dan anak kedua yang bernama Yunus yang berumur 9 bulan, Subhanallah, kemudian sharing cerita dengan mba Olga yang besar di Australia dan baru beberapa tahun pindah kesini, atau dengan mbak Yenni, beliau adalah dulunya seorang mahasiswa PhD lulusan sebuah universitas di Inggris, suaminya seorang dokter bedah yang berasal dari Egypt. Unik sekali aku bisa mengenal berbagai karakter orang dalam satu waktu.... 

Setelah taaruf  kita saling murajaah hafalan surat Al-Baqarah ayat 208, kemudian kita bersama-sama membaca qur'an, kelompok kami mendapat tugas untuk menghatamkan juz 2 jadi kami segera membaca bersama-sama. Setelah itu barulah dimulai diskusi kelompok, study kasus tentang berbagai permasalahan yang dihadapi muslimah ketika berada di negeri Barat terutama Inggris. Mulai dari permasalahan mendasar bagaimana memilih makanan halal, bagaimana memperkenalkan islam kepada masyarakat Inggris karena ini adalah masalah yang paling penting dan mendasar, berusaha membuat pencintraan kepada mereka kalau muslim itu friendly, smart, polite, dll, tetap saling menghormati keyakinan masing-masing meskipun kita sangat berbeda dalama banyak hal, berdamai dengan ketakutan kita terhadap anjing yang disini disayang seperti anak sendiri, tips n tricks untuk tetap besosialisasi meskipun kita berbeda dalam segala hal dengan mereka dan banyak hal terkait dengan kehidupan social kita disini.  

Inggris memang negara multi culture, tingginya rasa saling menghargai antara sesama manusia disini membuat kami para muslim sangat nyaman disini, Allhamdulillah aku belum pernah merasakan diskriminasi hanya karena aku muslimah dan berkerudung, nikmat yang luar biasa patut disyukuri memang.  Banyak sekali hal yang bisa kupelajari selama diskusi ini, saling menasehati dan sharing pengalaman yang insya Allah akan sangat berguna untuk kedepannya nanti.  

Setelah sesi diskusi dan sharing acara refreshing atau games

menjadi suatu kebutuhan yang wajib, gamesnya adalah menganti setiap kelipatan 3 atau bilangan yang terdapat angka 3 dengan kata Allahuakbar, gak nyangka ummahat ini antusias banget, dan ternyata pemenangnya juga ummahat mba Mila dari Uxbridge, keren yah, selamat yah mba Mila (*v*)/

Sekitar jam 5 pm, kami semua shalat maghrib berjamaah,kemudian kami menerima materi dari Ust. Idam, Dosen UGM yang sedang mengambil PhD disini, materinya tentang sumuliyatul islam, materi yang sering udengar waktu aku dikampus dulu, tapi terasa sangat berbeda karena aku kembali diingatkan setelah sekian lama, dan aku mengambil sebuah kesimpulan dari materi ini yang diambil dari surat Al-Hajj : 78

78. Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenk moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Inilah yang diharapkan dari seorang mukmin berjihad dengan penuh kesungguhan dan tetap berpegang teguh dengan ajaran Allah. Melakukan segala sesuatu dengan kualitas terbaik sebagai bentuk rukuk dan sujud kita terhadap Allah SWT. Mari menjadi pribadi muslim yang berkilau dan mempesona. Karena kami adalah sebuah model keindahan islam yang tetap berpegang teguh kepada islam meski diluar sana rasanya terasa berat semoga Allah berkenan menerima segala amal ibadah kami.

Malam ini ditutup dengan makan malam bersama dengan lauk dendeng balado, hmm yummy rindu masakan Padang rasanya stelah hampir 3 bulan di Inggris, kemudian kami tidur karena sekitar pukul 11.00 pm, kami harus tidur cepat 
karena harus shalat tahajud nanti malam.


Pukul 04.00 am, kami dibangunkan lalu shalat tahajud berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan muhasabah bersama, tidak terasa air mata ini menetes mengingat betapa banyak dosa yang aku lakukan, damai sekali hati ini rasanya.


Paginya acara dilanjutkan dengan breakfast, kemudian materi tentang Tarbiyah warisan Rasulullah SAW dari mba Santi, dosen dari universitas di Riau yang sedang mengambil PhD di Nottingham. Beliau mengingatkan tentang materi “akan turun 4 hal setelah 4 hal, bila ada suatu kaum yang berkumpul, membaca asma Allah, mengingat Allah dan mengkaji Al-qur’an maka Allah akan melimpahkan kepada kaum tersebut sakinah, rahmat, dinaungi malaikat dan nama kita disebut oleh Allah SWT.


Subhnallah dua hari yang luar biasa, ukhuwah yang sangat indah, salut buat para ummahat yang sudah mengorbankan segalanya untuk mengikuti dauroh ini dan uni Diana yang sudah merelakan rumahnya untuk dijadikan basecamp buat 
dauroh semoga semakin bertambah keberkahan untuk rumah uni Diana. Semoga Allah mengabadikan kasih sayang 
diantara kita, melimpahkan rahmatNya untuk kita semua dan berkenan kembali mempertemukan kita di jannahNya. Amiin...(^o^)//


Saturday, 19 January 2013

DRILL HALL LIBRARY UNIVERSITY OF GREENWICH



In The Name of Allah The Most Gracious and The Most Merciful


Saturday Morning, hal pertama yang selalu kulakukan setiap pagi adalah membuka gorden jendela kamarku lebar-lebar kemudian membuka  gorden  di Living room yang ada di rumah rent houseku ini. Ternyata dihalan depan rumahku hari ini semuanya  terlihat serba putih, agak amazed juga karena semenjak winter yang jatuh bulan Desember 2012 yang lalu baru sekarang snow kembali datang dengan cukup tebal, udara semakin dingin dan menggigit sekitar 0 degrees dan yang terendah bisa sampai minus 5. Senang sebenarnya bisa melihat salju disini karena di Indonesia yang hanya 2 musim aku tidak pernah melihat salju, sejenak aku merenung terimakasih ya Allah Kau berikan aku kesempatan luar biasa melihat cantiknya Inggris saat winter.



Snow in front of My Rent house

Rencananya hari ini aku mau ke Library, namanya Drill hall library, letaknya di dalam kampusku, sekitar 10 menit dengan sepeda dan 20 menit dengan berjalan kaki. Lumayan jauh rasanya apalagi dengan suhu dingin ditambah salju yang terus turun membuat perjalananku terasa semakin jauh. Disini kampus buka mulai dari Senin sampai Minggu. Jam bukanya untuk hari Senin-Jumat mulai dari pukul 09.00-midnight, Saturday-Sunday 11.00-midnight. Seru yah library bisa buka setiap hari walaupun kampus tutup, namun karena Librarynya sangat reliable and convenient jadi tetap saja banyak pengunjungnya walaupun hari Sabtu atau Minggu, mulai dari mahasiswa yang mengerjakan tugas biasa, disertasi, thesis, bahkan sampai dosen biasanya rajin mengunjungi Library.




Drill Hall library

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memasuki Library adalah menunjukkan Student ID kepada Library Staff, pintu masuk disini dirancang seperti pintu masuk pertokoan yang dilengkapi alarm systems, jadi kalau ada yang membawa buku, journal, laptop, atau barang berharga lainnya yang ada di perpustakaan tanpa izin maka alarm akan langsung berbunyi. Karena disini semua self service mulai dari meminjam buku, mengembalikan buku, printer, copy, scan, mencari buku semuanya dilakukan secara komputerisasi, jadi salah satu cara menjadi mahasiswa Inggris adalah pay attention with details, baca instruksi baik-baik yang biasanya ada di dinding, rak buku etc. Sebenernya  bia kita mengalami kesulitan ada banyak staff yang helpful and friendly, mereka siap bantu apapun kesulitan kita, cuma terkadang agak lucu aja kalau dimana-mana ada petunjuk kita masih sering menemui kesulitan apalagi mahasiswa yang harusnya lebih teliti. 

Student ID


Entrance door

 Denah Library

Self services Machine

Drill hall Library ini sangat luas, terdiri dari dua lantai, mulai dari magazine, DVD, news paper, novel, text books, Journal, etc untuk jurusan medicine, sciences, law, agriculture, business, art, music, etc, semua ada disini. Ruangannya juga dibagi 3, ada untuk bagian silent zone, quiet zone, dan group zone, jadi tinggal memilih saja dimana kita mau belajar yang paling enak kalau rame-rame yah pilih group zone yang paling tepat, kalau mau focus dan sepi pilih silent zone atau quiet zone. Ditengah ruangan disediakan sekitar 50 notebook yang bisa digunakan mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas tapi tidak punya atau malas membawa laptop. Jangan kuatir soal pencurian semua laptop ini sudah dipasang detector dan jangan kuatir soal viru,s IT help services yang ruangannya persis sebelah library akan dengan senang hati membantu kita jika kita mengalami kesulitan menggunakan electronic equipment. 



Netbooks yang bisa dipinjam


Selain laptop di tengah ruangan juga disediakan banyak sekali komputer dan kursi-kursi diskusi atau kursi baca santai yang nyaman, tentunya semua komputer dan laptop dilengkapi fasilitas internet super cepat tanpa batas. Sebelum menggunakan internet kita harus menggunkan user ID dan password baru setelah itu kita bisa mengerjakan tugas. Kelamaan belajar juga bisa bikin lapar, jadi disini bila kita ingin makan berat, kita diharuskan pindah ke ruangan sebelah Library ini,yang terletak  masih di dalam satu gedung juga ada ruang makan yang nyaman yang didisain seperti caffe, jadi jangan heran kalau kita ke kantin isinnya orang-orang yang sedang makan sambil membaca text books atau Journal. Disini banyak CCTV jadi jangan coba-coba makan di library, Staff library akan langsung tahu dan mengingatkan kita dengan sangat sopan untuk pindah ke ruangan sebelah bila ingin makan.


Suasana di dalam library

Tampilan awal sebelum menggunakan komputer atau laptop


Buku-buku yang ada disini hampir semuanya update, dan terstruktur, journal terbaru keluaran 2012 sampai journal 30 tahun kebelakang semuanya tersusun dengan rapi di rak buku. Biasanya memang kalau Journal yang dijadikan referensi terpercaya adalah yang terbitan paling terbaru. Text books yang lengkap dan menunjang, ruangan yang nyaman dan lebih hangat daripada kamarku sendiri membuatku betah berlama-lama di perpus. 

Peminjaman buku juga bisa kita lakukan dengan memesan secara online dari rumah dengan memesan lewat student portal situs resmi mahasiswa yang berkuliah di University of Greenwich. Jadi kita langsung tahu di rak nomor berapa buku yang kita inginkan berada, dan apakah buku itu sedang dipinjam orang lain atau tidak. Cuma untuk mengambil bukunya kita tetep harus mengambil ke Library. 

Kebutuhan akan membaca yang tinggi mengingat disini sistem edukasinya bersifat student centre learning memang mengharuskan mahasiswa banyak belajar sendiri, membaca sebanyak-banyaknya nanti saat kita bertemu Lecture atau supervisor (pembimbing disertasi) kita sudah lebih siap. Apalagi untuk menyelesaikan masterku yang hanya satu tahun ini tentu dibutuhkan kerja yang sangat keras dan cerdas agar aku bisa lulus dengan predikat Distinction dan tepat waktu tentunya. Masih berharap semoga suatu hari nanti semua Universitas yag ada di Indonesia bisa memiliki Library seperti ini yang mendukung kegiatan belajar mahasiswanya.


Best regards,



Rika reviza rachmawati

Tuesday, 15 January 2013

Learn from Siti Maryam and Siti hajar


In The Name Of Allah, The Most Beneficent, The Most Merciful

Ketika sore itu aku bersama teman-temanku membaca surah  Maryam, kemudian kami membahas mengenai makna luar biasa dibalik perjuangan Siti Maryam, terfikir olehku betapa luar biasa dan tangguhnya perjuangan beliau sebagai seorang wanita yang harusnya bisa kuambil hikmah dari beliau. Ini adalah terjemahan Surat Maryam 22-24:

22. So she conceived him, and she withdrew with him to a far place (i.e. Bethlehem valley about 4-6 miles from Jerusalem).

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

23. And the pains of childbirth drove her to the trunk of a date-palm. She said: "Would that I had died before this, and had been forgotten and out of sight!"

 Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.” 

24. Then [the babe 'Iesa (Jesus) or Jibrael (Gabriel)] cried unto her from below her, saying: "Grieve not! Your Lord has provided a water stream under you;

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. 

25. "And shake the trunk of date-palm towards you, it will let fall fresh ripe-dates upon you."

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”(QS.Maryam: 22-25)


Subhanallah betapa beratnya perjuangan seorang ibu dan pada saat itu Siti Maryam sedang berada di padang pasir sendirian, dan merasa ingin mati saja karena tidak sanggup menahan rasa sakit karena melahirkan. Terbayang olehku walaupun aku belum pernah merasakan sakitnya melahirkan tapi menurut penelitian yang pernah kubaca sakitnya melahirkan itu seperti 20 tulang rangka kita yang dipatahkan sekaligus. 

Allah yang Maha baik mengutus malaikat Jibril untuk memberitahu kepada Siti Maryam, jangan bersedih dan menyuruh Siti Maryam untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma agar (pohon) itu menggugurkan buah kurma yang masak. Terbayang olehku tinggi pohon kurma itu sekitar 15-25 m. Menurut sebuah penelitian dibutuhkan 4 orang lelaki kuat untuk menggoyang batang pohon kurma, sedangkan waktu itu Siti Maryam hanya seorang wanita lemah yang baru saja melahirkan dan sedang kelaparan. Sempat terfikir kenapa Allah tidak menurunkan saja makanan lewat malaikat Jibril untuk memudahkan Siti Maryam? Tapi tidak Allah menyuruh Siti Maryam untuk mengogoyangkan pangkal pohon kurma terlebih dahulu baru kemudian bisa mendapatkan buah kurma yang masak. Ada pelajaran luar biasa yang bisa kita ambil disini sebagai manusia sudah seharusnya kita berikhtiar semaksimal mungkin sebelum mendapatkan hasil apapun itu. 

Teringat pada seorang sahabatku beliau bekerja di sebuah peternakan, di tempatnya bekerja beliau merasa bukan menjadi dirinya sendiri karena sering dipaksa untuk melaukan  mark up data, pengeluaran yang tidak ada dibuat seolah-olah ada, penuh kebohongan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Sempat terjadi perang batin karena di satu sisi pekerjaan ini sangat ia butuhkan di sisi lain beliau menyadari Allah tidak menyukai hambanya yang mencari uang dengan cara yang haram. Akhirnya Allhamdulillah setelah istikharah beliau memutuskan keluar karena rizki Allah itu luas dan tidak akan berkah hidup seseorang jika dia mendapatkan uang dengan cara yang tidak halal. 

Mari belajar dari burung-burung cantik yang kulihat di stasiun London Bridge beberapa hari yang lalu,  mereka  pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, namun setelah berusaha dan terbang seharian untuk mencari makan burung itu kembali kerumahnya dalam keadaan kenyang. Waktu itu aku mencoba berbagi biskuit makan siangku dengan burung-burung itu, awalnya terlihat malu -malu tapi beberapa saat kemudian burung itu berjuang bersama yang lain makan biskuit yang sudah  kubuat menjadi remah-remah itu dengan semangat. Meskipun beberapa kali mereka harus menghindar dari manusia yang berlalu lalang, karena kalau tidak burung-burung itu bisa terinjak oleh manusia, namun itu sama sekali tidak meruntuhkan semangat mereka untuk mendapatkan makanan. Sungguh sebuah perjuangan yang luar biasa untuk burung, harusnya sebagai manusia kita bisa lebih baik dari burung-burung ini, berusahalah semaksimal mungkin untuk mencapai yang kita inginkan.

Hal lain yang menarik yang bisa kita ambil hikmahnya adalah ketika Siti Hajar berlari dari bukit Safa ke bukit Marwa, dan sebaliknya sebanyak 7 kali demi mencari air untuk Nabi Ismail AS. Dulu waktu aku umrah harus melakukan sa'i hal yang sama seperti Siti Hajar. Cukup melelahkan padahal aku melakukannya dalam ruangan yang dilengkapi dengan pendingin dan mencoba membandingkan dengan Siti Hajar yang melakukannya di padang pasir dalam kondisi lelah dan yang pasti kepanasan. Berlari-lari untuk mencari air walaupun sudah pasti tidak ada air, dan akhirnya Allah menunjukkan kuasanya air itu keluar dari kaki Nabi Ismail. Bukan keluar di bukit Safa atau Marwah. Kembali kita belajar dan mengambil hikmah bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan hambaNya sendiri selama hambaNya itu selalu yakin dengan pertolongannya. Terkadang pertolongan Allah itu justru datang dari arah yang tidak kita sangka-sangka. Teruslah berikhtiar maksimal hasilnya biarlah Allah yang akan membalasnya, percayalah pertolongan Allah sangat dekat. 

Semoga kita belajar banyak dari perjuangan luar biasa wanita shalehah ini, Keep fight Allah always with us...
Life is like a coin, pleasure and pain are the two sides. Only one side is visible at time, but remember other side also waiting for its turn.



Best Regards,



Rika reviza rachmawati



Sunday, 13 January 2013


 Welcome to University of Greenwich Orientation Programme


In the name of Allah, the Most Merciful, the Most Compassionate,

University of Greenwich, Chatham Maritime, Medway, United of Kingdom, inilah kampus tempatku mengambil master sekarang. Major yang aku ambil adalah Sustainable development agriculture (Msc) by research. Fulltime student, 1 year period. Allhamdulillah akhirnya aku bisa mencapai setengah puzzle hidupku dan meraih sebagian cita-citaku. Berada disini adalah salah satu impian ku untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi International students. Hari ini tanggal 8 dan 11 January 2013 aku bersama international students yang lain akan mengadakan orientation programme mungkin kalau di Indonesia namanya seperti ospek yang biasa dialami setiap mahasiswa baru universitas yang ada di Indonesia, walaupun namanya sama-sama masa orientasi tapi subhanallah beda banget rasanya dengan yang kualami waktu kuliah di universitas negeri di Jatinangor sana.., Disini lebih ditekankan kepada aspek edukatif dan informatif kepada student untuk memudahkan selama study disini bukan seperti ospek yang melibatkan bentakan dan kemarahan senior kepada junior seperti waktu aku di Indonesia dulu.

Masa orientasinya dimulai jam 9, lectureku selalu bilang Punctual is a part of British culture, Satu hal yang paling penting yang aku pelajari disini, mereka sangat menghargai waktu makannya kenapa semua public transportation disini selalu mencantumkan waktu dengan perhitungan akurat sampai 1 menit. Saat aku sampai di kampus tepatnya di Pilkington Building disini langsung disambut dengan ramah oleh staff dari student services university setelah menyelesaikan administrasi aku bisa memasuki ruangan dan mengikuti materi. Materi pertama adalah "Hello I'm tutor" dengan Dr Richard Seals, Lecture leader bidang Engineering. Luar biasa rasanya banyak yang beliau jelaskan terutama tentang cara belajar di UK,  how to enhance, develop intellectual capabillity, dan yang terpenting beliau memberi kita semangat bagaimana untuk lulus dengan predikat distinction predikat terbaik yang setara dengan cumlaude kalau di universitas yang ada di Indonesia. 

Menjadi master student yang hanya satu tahun di UK based on research tentunya banyak sekali perbedaan dengan undergraduate. Dr Seals menyarankan untuk belajar sendiri secara independent sekitar 40-50 hours/weeks ini belum ditambah dengan belajar di kelas. Attendance atau kehadiran juga diharuskan 100%, dengan systems nilai < 49% failure dan > 50% Passed membuatku merasa sangat tertantang sekali untuk belajar dan akhirnya setelah banyak memberikan semangat beliau menutup dengan ucapan study as hard as you can dan tak lupa beliau mengingatkan kalian ada disini untuk belajar bukan hanya sekadar tourist yang datang kesini hanya untuk bersenang-senang. Disini my lecture is my friends jadi kita bisa bertanya, berdiskusi dan mendapat feedback  (semacam evaluasi) dari hasil kerja kita seperti kita dengan sahabat atau teman sendiri. Jadi Lecture dan kita sama-sama belajar mereka sangat menghargai sekecil apapun usaha yang kita lakukan, misalnya saat kita bisa mengumpulkan tugas tepat waktu lecture akan mengucapkan selamat, terlihat sepele sebenernya tapi terkadang hal sepele inilah yang membuat kita merasa dihargai dan ingin lebih baik lagi dalam belajar. 

Jam 10.15-11.00 am saatnya penjelasan tentang NHS (national health services), pengobatan gratis untuk seluruh mahasisa international. Salah satu hal yang luar biasa dari Inggris adalah semua warganya  yang berada di Inggris berhak mendapat pengobatan gratis yang tentunya dengan kualitas terbaik. Begitu juga dengan dental care semuanya gratis asal terlebih dahulu register dengan NHS. Universitas memberikan details secara lengkap informasi tentang NHS dan semuanya yang terkait dengan kesehatan secara details sehingga kita tidak kebingungan. Sesi terakhir untuk hari ini adalah tentang visa, UKBA atau United kingdom Border Agency yang berwenang mengurusi masalah imigrasi di Inggris. Disini masalah keimigrasian, sesuatu yang sangat penting dan diperhatikan. Masalah kehadiran pada saat perkuliah bisa jadi sangat penting karena ini terkait dengan visa kita. Bila dari kehadiran kuliah kita terbukti kehadiran kurang dari 80%, universitas akan segera melaporkan ke UKBA dan bisa jadi izin tinggal kita di UK akan dicabut dan akhirnya kita tidak akan bisa kembali ke negara ini minimal untuk satu tahun kedepan bahkan bisa jadi kalau kita terkena masalah kiriminal kita tidak akan bisa kembali ke UK minimal 10 tahun kedepan. Complicated yah, tapi seperti inilah UK, banyak sekali aturannya yang disisi lain memaksa komitmen kita sebagai student dan semua warganya maupun warga negara lain untuk disiplin dan mematuhi hukum disini. 

Friday, 11 January 2013

Hari ini adalah hari keduaku untuk orientation programs di kampus. Mulainya jam 09.00, kali ini aku mencoba untuk pergi ke kampus dengan menggunakan sepeda selain agar lebih cepat, di sini memang tempat yang sangat nyaman untuk bersepeda. Ada dua jalur di pinggir jalan biru untuk pengendara sepeda dan merah untuk pejalan kaki. Udara yang bersih dan bebas polusi membuat perjalananku ke kampus yang jaraknya sekitar 10 menit dengan menggunakan sepeda terasa sangat menyenangkan. Cuma yaitu karena sekarang sedang winter jadi tetep aja freezing...heheh tp Allhamdulillah tampaknya lama kelamaan tubuhku mulai bisa beradaptasi dengan dinginnya winter disini, memang belum 100% beradaptasi tapi kembali aku bersyukur sampai detik ini Allah selalu memberikanku kesehatan fisik walaupun perubahan cuaca saat winter sangat ekstrim.

Jalur untuk pejalan kaki dan bicycle


Seperti hari kemarin setelah registrasi aku masuk kedalam ruangan orientasi, materi pertama hari ini tentang student safety dengan pemateri dari kepolisian setempat. Seneng deh kampusku memiliki Police Community Support Officer (PCSO). Mungkin kalau di Indonesia namanya satpam tapi disini lebih formal dan lebih friendly. Kita diberikan emergency call 999 yang bisa dihubungi setiap saat ketika dalam bahaya. Mereka juga mengingatkan sejauh ini UK adalah salah satu negara yang aman bahkan menurut sebuah survey dari 116 tingkat kejahatan negara di dunia, UK tidak termasuk sebagai negara yang berada di peringkat itu meski begitu para polisi ini selalu mengingtkan kita untuk berhati-hati dan tak lupa menekankan kepada kita apapun masalah kalian datang saja kepada kami, We are happy to help you...^^

Materi selanjutnya adalah tentang culture and Customs, pematerinya berasal dari British bernama Lynn Martin, beliau menjelaskan tentang British culture, terutama tentang punctuality (hal yang selalu kudengar disini adalah masalah disiplin dalam hal waktu), Punctuality an important value for British culture, Communication style di UK, disini sangat dihargai ketika kita mengatakan apa yang kita rasakan, individualistic tinggi dan penjelasan tentang berbagai macam activities for international student seperti table talk, Chinese student fellowship (acara dinner bareng mahasiswa dan staff univ), Sunday lunch Scheme yang bekerjasama dengan penduduk sekitar selain agar kita lebih paham British culture ini juga bertujuan untuk mengimprove language skills kita. Keren yah,,,

10.15
Materi berikutnya tentang Student finance, oleh Kate Southgate. Di  materi ini pembahasannya tentang perbandingan rata-rata living expenses mulai dari cheap, average dan expensive, biaya harus dikeluarkan selama satu bulan sampai rata-rata pengeluaran untuk satu tahun. Mulai dari pengeluaran untuk accomodation, food, travel, entertaiment, etc..semua diberikan pembahasan dan referensi toko yang murah agar kita bisa saving money. Oh iyah UK adalah negara yang sangat memperhatikan kebutuhan students dan mngistimewakan students jadi selalu banyak sekali discount yang tersedia untuk students. Mulai dari discount untuk public transportation, amazon (toko online terbesar), bioskop, Mc donald, Pizza hut, etc. 

Guidance and employability by Yvonne pendry, materi ini tentang carrers advice, support and opportunities dan tak lupa kita dikasih selebaran yang berjudul Useful websites for international students, isinya  mulai dari info scholarships, advice on living, studying, working, tourism website, and etc. Finally materi terakhir hari ini  tentang IT training atau skills for academic study assesment, semacam pengenalan university website jadi kalau kita masuk student portal kita bisa melakukan apapun mulai dari submit tugas yang kalau telat 1 detik dari jadwal yang ditentukan otomatis kita gak bisa ngumpulin tugas lagi karena semua dilakukan secara online tujuannya biar paperless juga siy,  download timetables kuliah, library catalogue, sewa buku (mulai dari Pdf, journal, Ensiklopedia etc), Jobshop information, Student activity and many more. Jadi semuanya bisa dikendalikan secara sentral dengan dan efisien.

Subhanallah, banyak sekali pelajaran dan hal baru yang kuterima hari ini dan yang paling membuat ku amazed yang namanya universitas itu seharusnya memang melayani mahasiswa. Aku bersyukur diberikan kesempatan oleh Allah belajar di Inggris dan merasa tak sabar untuk memulai perkuliahan ku selanjutnya. Semoga Allah selalu memberikanku kemudahan...Amiiin...

Best Regards,



Rika reviza rachmawati


Wednesday, 9 January 2013

St Mary's Island, Beautiful place I've ever seen


In The name of Allah The Most Beneficent and The Most Merciful,



Dari namanya sudah terdengar indah yah, dan Subhanallah ternyata setelah aku melihatnya sendiri tempat ini secantik dan seindah namanya. St Mary's Island adalah rent houseku, landlordku adalah Mr. Paul Thomas, beliau British asli, selama 2 bulan lebih aku tinggal di Inggris belum pernah sekalipun aku bertemu dengannya. Kami hanya berhubungan lewat email, dan bila aku ingin melakukan pembayaran rent house aku langsung mentransfer uang ke rekeningnya. Apabila ada kerusakan yang terjadi di rent houseku aku tinggal mengirim pemberitahuan lewat email dan esoknya Mr. Paul langsung memanggil tenaga ahli untuk membetulkan segala kerusakan. Kenapa aku sebut tenaga ahli walaupun hanya electrician disini gak bisa sembarang orang karena harus punya licence, semua dilakukan secara profesional dan mengikuti safety procedur yang berlaku. Awalnya aku pikir ribet juga yah tapi memang seperti itu Inggris semuanya harus ada aturannya.

16 woodlark road, St Mary's Island, Chatham Maritime, Kent, itulah alamat rent houseku, sekitar 20 menit berjalan kaki kalau dari kampusku di University of Greenwich, dan kalau mau pergi ke Chatham town centre untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari biasanya aku naik bus sekitar 10 menit, cukup jauh memang tapi tidak apa-apa aku sudah merasa nyaman dengan rent houseku ini, karena selain landlordnya baik di sini semuanya wanita jadi aku merasa secure padahal biasanya rent house di Inggris itu untuk mixed gender.



Bentuk rumah di St Mary's Island

Rent houseku ini dekat sekali dengan dockyard (semacam dermaga) tapi biasanya hanya kapal pesiar yang ada di sini. Kapal pesiar indah, cantik, and stunning. Kebayang kan indahnya...di pinggir dockyard setiap pagi kita akan melihat angsa putih cantik yang sedang bermain dengan kawan-kawannya, di langit biru bersih kita bisa melihat burung-burung indah berterbangan, Subhanalllah, What a nice place?... Ini foto-fotonya..


Welcome to St Mary's Island




Snow....^o^




Winter...^^

Dari dockyard untuk menuju rumahku masih harus berjalan sekitar 5 menit lagi, rumah disini bentuknya hampir seragam satu dengan yang lainnya, dan yang pasti setiap rumah memiliki halaman yang cukup luas. Kata temanku standar rumah di Inggris memang harus memiliki halaman entah untuk bermain anak-anak atau untuk rumah kayu kecil tempat menyimpan barang-barang bekas atau kebutuhan berkebun. 


In front of my house


In front of my Room...^u^

Setiap rumah yang ada disini pasti memiliki kendaraan pribadi dan rata-rata rumah disini tidak ada pagar, jadi pintu rumah langsung berhadapan dengan jalan raya. Mobil pribadi diletakan begitu saja di pinggir jalan dekat rumah yang terpenting tidak menghalangi orang lewat. No worries about security, Insya Allah disini aman mungkin karena penduduknya sudah makmur dan mereka juga educated yah? Allhamdulillah...

Back to my rent house, dibandingkan dengan yang lain rent houseku ini secara fisik bntuknya paling kecil dan tempatnya agak tersembunyi, mungkin itu yang menyebabkan harga kosanku ini cukup murah. Namun, saat kita berada di dalam rumah kita akan langsung merasakan rumah ini sangat nyaman, ada 4 kamar tidur, 1 kamar mandi besar yang terletak diatas, 1 kamar mandi kecil di bawah, living room, meja & kursi makan,  2 buah kulkas besar, burglar alarm (security services), fire alarm,  dapur yang sangat lengkap  bahkan lebih lengkap daripada dapur dirumahku sendiri  mulai  dari microwave, dishwasher, oven, kitchen set lengkap, dryer machine bwt baju, washing machine, cooker, roaster, boiler, etc semuanya disediakan oleh Landlordku untuk kami para tenant (penyewa rumah). Ini adalah salah satu bagian service dari landlord dan biasanya hampir semua dapur untuk mahasiswa di Inggris isinya seperti ini.

Karena dapurku yang sudah sangat menunjang aku bisa masak sendiri setiap hari, selain karena lebih murah lidahku juga tidak cocok dengan rasa makanan disini. Perbedaan harga antara masak sendiri dan makan di luar juga cukup significant misalnya sekali makan diluar itu bisa 7-10 pound tapi kalau kita masak sendiri hanya dengan 25 pound sekali belanja itu bisa mencukupi kebutuhan untuk 2 minggu, aku bisa saving money banyak banget kalau aku masak dan yang paling penting ketika aku masak sendiri insya Allah dijamin halal. Dagingnya dibeli dari toko yang bersertifikasi halal, dan semuanya bisa diatur sendiri. Agak merepotkan memang karena setiap hari sebelum berangkat kuliah sehabis shalat subuh aku harus segera memasak lalu bersiap-siap tapi ini kulakukan because I have no choice dan lama kelamaan ini membuat aku untuk selalu terbiasa bangun pagi dan pandai memanage waktu dengan baik. 

My private room, terletak di lantai satu sedangkan teman-temanku yang lain di lantai dua semua. Walaupun aku dibawah sendiri aku merasa bersyukur karena lebih dekat ke dapur, berhadapan langsung dengan kebun dibelakang rumah dan  akses istimewa untuk bisa menonton TV (oiyah acara tv disini bagus & bermutu low) karena teman-temanku jarang menonton TV maklum mereka adalah mahasiswa undergraduate tingkat akhir jadi mereka sedang sibuk untuk membuat disertasi (setara dengan skripsi kalau di Indonesia). Unik yah padahal kalau di Indonesia disertasi itu untuk S3. 

Disini benar-benar sepi dan tenang, belum pernah sekalipun aku mendengar keributan kecuali malam tahun baru itupun karena fireworks, terkadang aku merasa kesepian aku rindu dengan ramai dan padatnya Indonesia, tapi di lain pihak aku banyak mendapatkan keuntungan dengan tempat yang damai ini aku bisa lebih focus untuk belajar. Semoga Allah memudahkan studyku sehingga aku bisa lulus tepat waktu dan membawa kebanggaan untuk orangtuaku, agamaku dan bangsaku.



Sincerely,



Rika reviza rachmawati







Monday, 7 January 2013

Stunning Britain


In the name of Allah The Most Gracious and the Most Merciful,,,,

Sunday, 6 January 2013,



Tulisan ketigaku ini tentang betapa menawannya England, ada banyak hal yang membuatku amazed disini. Mulai dari hal-hal kecil yang terkesan remeh sewaktu di negaraku sendiri samapi hal-hal luar biasa yang baru pertama kali kulihat (agak norak tampaknya). Di Inggris semuanya seakan dipersiapkan dan direncanakan dengan sangat details mulai dari transportasi sampai ke kehidupan sehari-hari warganya. Allhamdulillah sudah dua bulan lebih aku survive di England, dan aku merasa sudah melihat banyak hal mengagumkan yang aku harap suatu hari bangsaku, sebagai bangsa yang besar Indonesia bisa mengikuti jejak bagaimana negara ini memperlakukan warganya. Civilized and Educated, there are words to describe United of Kingdom.

Firstly, Public transportation in England is provided by the clean and reliable. Convenient banget.. Disini ada berbagai jenis trasportasi, mulai dari bus, double deck bus (bus tingkat), train, underground train (tube), overground train, taxi and etc.  Dengan map yang mudah difahami kita bisa dengan mudah pindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa perlu takut tersesat atau terjebak macet karena dijamin kalau kita naik tube, overground train, dan train kita punya jalur yang pastinya beda dengan car biasa jadi no more traffic heavy in the UK. 

Untuk urusan kemudahan bertransportasi kita harus memiliki oyster card. Sejenis kartu seperti credit card yang digesek ke pintu masuk station sehingga kita bisa dengan mudah naik public transportation yang kita mau tanpa harus repot membeli ticket. Dengan menggunakan oyster harga ticketnya juga menjadi lebih murah. Misalnya kalau kita naik bus dengan membeli ticket harganya 2.30 poundsterling tapi kalau kita memiliki oyster card harganya menjadi 1.30 pound. Apalagi kalau kita memiliki oyster student maka kita akan mendapat discount tambahan sebesar 30%. Semakin murah kan? Untuk mengisi credit oyster, kita tinggal top-up di self service machine  yang banyak tersedia di setiap station. Unfortunately, oyster card hanya bisa dipakai di daerah sekitar London aja. Tapi tenang kalau kita mau travel keliling UK atau Scotland dengan menggunakan train dan bisa mendapat ticket prices yang lebih murah tinggal memiliki national train card, hanya dengan 28 pound setahun kita bisa mendapat potongan 26%  setiap membeli ticket lumayan kan...

Transportasi yang nyaman membuat aki-aki dan nini-nini yang berumur 80 tahun keatas berani berjalan-jalan sendiri keliling kota. Aku merasa amazed setiap melihat orang tua itu mereka sangat berani sekali. Keistimewaan lain untuk orang tua yang berumur 65 tahun ke atas mereka akan mendapat free ticket for bus jadi dengan kata lain mereka bisa naik bus dengan gratis hanya dengan menunjukan semacam kartu untuk manula.  Ini adalah salah satu bentuk Goverment services kepada para penduduk manula. Tidak hanya itu mereka pun disediakan tempat duduk khusus manula sehingga mereka bisa nyaman selama di dalam kendaraan. Bagi para disable people atau pengguna wheelchair juga bisa keliling kota menggunakan public transportation  dengan nyaman. Setiap public transportation disini sepertinya di disain tidak hanya untuk orang normal. Bus bisa menurun/memendek sehingga memudahkan pengguna wheelchair untuk masuk bus. Didalam bus atau train pasti selalu ada free space untuk para pengguna wheelchair. Petugas station juga selalu siap membantu siapapun yang membutuhkan. Remarkable...

Di dalam bus kita juga bisa d uduk dengan nyaman, mungkin karena negara ini penduduknya tidak terlalu banyak jadi jarang bahkan hampir belum pernah aku harus berdiri ketika menaiki bus. Disini semuanya diperhitungkan dengan seksama berapa maksimal penumpang yang boleh berdiri di bus, kalau tidak salah hanya boleh 13 orang. Tapi itupun jarang terjadi kecuali kita pergi pada saat peak day yaitu bersamaan dengan orang kerja atau student pergi sekolah biasanya penumpangnya akan lebih banyak.

Chatham Waterfront Bus Station (bersih,teratur, &bebas pedagang kaki lima)


Lambang Priority seats buat orang tua setiap public transportation pasti ada lambang ini

Banyak CCTV di public area, dan lambang no smoking
salah satu sebab kenapa mereka disiplin

Double-deck Bus, reliable and convenient.



Dua jenis train di UK, fast train dan train biasa, perbedaanya hanya di kecepatan, tapi yang jelas
keduanya sangat nyaman

Suasana nyaman di dalam Tube (underground train)


DLR (Docklights Light Railways) semacam tube dengan gerbong yang sedikit dan kecepatan 200 km/jam

Masih banyak hal yang luar biasa selama aku di England, namun tampaknya terlalu panjang kalau dibahas di notes ini semua insya Allah nanti kita akan lanjut sesi berikutnya masih tentang amazing United of Kingdom. Doakan saya tetap memiliki semangat menulis yah....Hamasah...^^


Best Regards,


Rika reviza rachmawati